Suara.com - Masih dalam semarak Hari Raya Idul Adha, baru-baru ini heboh klaim sapi termahal di dunia dengan harga tembus Rp 64,4 miliar ada di Arandu, Brasil.
Sapi termahal di dunia ini masuk kategori ras Nelore berusia 4 setengah tahun, yang dinamai Viatina-19 FIV Mara Imoveis berhasil terjual dengan harga 4,3 juta dollar atau setara Rp 64,4 miliar.
Sapi ini terjual dengan cara lelang, sehingga terjual dengan harga 6,99 juta real mata uang Brasil. Transaksi yang memecahkan rekor ini menunjukan kualitas genetik breed sapi Nelore, ditambah permintaan sapi jenis ini cukup tinggi karena karakter dan genetiknya yang luar biasa.
Harga Viatina-19 FIV Mara Imoveis dianggap sebagai tonggak sejarah baru bagi Nelore, jenis sapi yang sangat dihargai di seluruh dunia karena kualitasnya. Jenis sapi ini bisa terlihat dari bulu putih cerah, kulit longgar, dan punduk bulat besar di atas bahunya. Ditambah, Nelore terkenal dengan daya tahannya terhadap cuaca panas.
Bulu putih yang dimiliki sapi ini berperan besar untuk memantulkan gelombang cahaya sinar matahari. Ditambah, terkuak fakta bahwa kelenjar keringat sapi ini dua kali lebih besar dan 30 persen lebih banyak daripada kebanyakan sapi ras Eropa.
Sapi Nelore lahir dan berasal dari wilayah Nellore di India di Andhra Pradesh yang memiliki metabolisme tubuh sangat efisien. Bahkan sapi ini bisa membuat mereka tetap bisa berkembangbaik meski dengan kualitas lingkungan hijau yang rendah sekalipun di sekitarnya.
Selain itu, dengan kulit yang kuat yang ulet, Nelore bisa melawan sejumlah infeksi parasit, dengan kulitnya yang keras maka jauh lebih sulit ditembus serangga penghisap darah.
Sapi ini juga bisa berkembang biak dengan mudah, karena sapi betinanya memiliki bukaan panggul lebih lebar, dan jalur lahir yang lebih besar dari pada ras sapi lainnya. Ini sebabnya anak sapi nelore hampir tidak butuh bantuan dari manusia.
Menurut laporan tahun 2018, harga sperma sapi jantan Nelore yang paling berharga bisa mencapai $5.000 atau Rp 75 juta per dosis 0,55 mililiter (0,03 ons). Ada sekitar 167.000.000 sapi Nelore di Brazil, dan mendominasi 80 persen total ternak sapi di negara Amerika Selatan.
Baca Juga: Pedes Banget! Dewi Persik Suruh Pak RT Mundur hingga Sombong, Gegara Kisruh Sapi Kurban
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama