Suara.com - Puasa Senin Kamis salah satu ibadah sunnah umat islam yang rutin dilakukan Nabi Muhammad SAW. Tapi masih banyak yang belum tahu niat puasa Senin Kamis dan tata caranya, gimana ya?
Perlu diketahui, puasa ini bukan berarti dilakukan dari Senin hingga Kamis, tapi dilakukan setiap hari Senin dan Kamis dalam satu pekan.
Ibadah sunnah puasa Senin Kamis dilakukan Nabi Muhammad SAW disampaikan langsung Siti Aisyah istri tersayang Rasulullah. Saat ditanya alasannya, rutin berpuasa Senin Kamis, karena itu hari saat amalan umat islam disampaikan.
"Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa,” ungkap Nabi Muhammad diriwayatkan Tirmidzi, mengutip NU Online, Rabu (12/7/2023).
1. Niat Puasa Senin Kamis
Ibadah puasa ini dilakukan sama seperti puasa pada umumnya, termasuk diminta niat puasa dilafalkan malam hari sebelum berpuasa, atau paling lambat saat sahur sebelum azan subuh berkumandang. Lafal niat puasa hari Senin, yakni sebagai berikut:
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah SWT.
Sedangkan niat puasa hari Kamis, seperti berikut:
Baca Juga: Dianjurkan untuk Dilakukan, Berikut Keutamaan Puasa Senin Kamis
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah SWT.
2. Durasi Puasa Senin Kamis
Durasi puasa Senin Kamis sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Selama durasi tersebut umat islam harus mencegah dari hal-hal yang membatalkan puasa sebagaimana puasa-puasa lain.
3. Hari Dilarang Puasa Senin Kamis
Waktu pelaksanaan puasa Senin Kamis bisa kapan saja, kecuali pada hari-hari diharamkan puasa. Ada beberapa hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu pada hari raya Idul Fitri (1 Syawal), hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), separuh terakhir dari bulan Syaban.
Ada juga hari yang diragukan dan tidak disarankan puasa Senin Kamis seperti 30 Syaban, saat orang telah membicarakan rukyatul hilal atau ada kesaksian orang melihat hilal yang tidak bisa diterima, seperti kesaksian seorang anak kecil.
4. Keutamaan Puasa Senin Kamis
Lantaran dilaksanakan bersamaan hari amal ibadah disetorkan dalam kondisi puasa, maka akan catatan akan lebih baik karena dalam kondisi menahan hawa nafsu.
Termasuk juga Senin dan Kamis juga merupakan hari dibukanya pintu surga, di mana semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu akan diampuni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
Terkini
-
4 Serum Under Rp30 Ribu di Indomaret yang Sudah BPOM, Ada yang Bantu Cerahkan Kulit
-
GEMPAR Hadir di 5 Pasar, Tumbuhkan Ekonomi Sleman yang Lebih Tangguh
-
Mengenal Midah, Tokoh Perempuan Pramoedya sebelum Nyai Ontosoroh
-
Saat 240 Hz Tak Lagi Cukup, Acer Hadirkan Monitor Gaming 1000 Hz
-
Surplus 3 Juta Ton, Apakah Harga Beras Sudah Terjangkau?
-
Anker Satukan Lima Merek, Siapkan Babak Baru Teknologi untuk Konsumen Indonesia
-
MBG dan Prioritas yang Terbalik: Ketika Jam Makan Mengalahkan Jam Belajar
-
Heboh Dentuman Misterius di Bandung Tengah Malam Bikin Kaca Bergetar, Ternyata Ini Sumbernya!
-
Tiba-tiba Nongol, Pengendara Motor Jatuh Nabrak Babi Hutan di Ponorogo
-
Mengapa Karhutla Gambut Berulang? Mengubah Logika Ekonomi Pembakar Lahan