Suara.com - Inara Rusli baru-baru ini memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik oleh Tenri Anisa, wanita yang diduga merupakan selingkuhan suaminya, Virgoun.
Selama 3,5 jam diperiksa, Inara Rusli pun menjawab 24 pertanyaan dan turut membeberkan bukti berupa chat mesum Virgoun kepada dirinya.
"Bukti baru, yang belum pernah Ina berikan ke kita. Ketika saya baca, saya syok banget karena gak pantas," kata kuasa hukum Inara Rusli, Susianti Agustina.
Kuasa hukum Inara Rusli mengungkap bukti chat tersebut dianggap vulgar dan tidak etis dilontarkan oleh Virgoun kepada istrinya.
"Saya enggak bisa ngomong di sini karena terlalu vulgar dan tak bermoral seorang suami ngomong kayak gitu kepada seorang istri," sambungnya.
Pihak kuasa hukum takut anak Inara Rusli depresi jika bukti chat dari Virgoun tersebut dibocorkan ke publik.
"Ini anak (Inara Rusli) bisa depresi berat dengan bahasa seperti itu. Kalau orang yang gak kuat bisa segini (isyarat gila)," pungkasnya.
Chat mesum alias sexting merupakan aktivitas mengirim dan menerima konten eksplisit secara seksual melalui platform messenger pada perangkat elektronik apa pun kepada orang lain.
Selama masing-masing adalah pihak yang bersedia, sexting merupakan daya pikat yang tidak berbahaya di antara pasangan. Bahkan dapat menambahkan sedikit bumbu ke dalam kehidupan seks mereka.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Natalie Holscher Putuskan Lepas Hijab, Bukan Soal Cuan, tapi...
Namun, jika salah satu pihak tidak tertarik dengan aktivitas tersebut, tuduhan dapat diajukan terhadap si pengirim, mulai dari kecabulan hingga pelecehan. Berikut adalah dampak sexting pada hubungan, seperti dilansir Marriage.
1. Menyebabkan rasa malu
Saat pasangan mengalami dampak sexting dalam hubungan mereka dan dalam kehidupan mereka sendiri, mereka bisa merasa malu. Hal ini dapat menyebabkan rusaknya hubungan karena tidak lagi saling percaya dan pihak yang lain merasa ditolak.
2. Kehilangan rasa hormat terhadap pasangannya
Ketika seseorang merasa bersalah atas perilaku seksualnya, hal ini dapat menyebabkan mereka kehilangan rasa hormat terhadap pasangannya. Ini dapat memengaruhi hubungan mereka secara negatif karena membuat mereka merasa bahwa pasangannya tidak lagi menghormati mereka.
Ini juga dapat menyebabkan pasangan kesulitan berkomunikasi tentang kebutuhan dan preferensi mereka di masa depan.
3. Mempengaruhi harga diri seseorang
Ketika orang menerima pesan dan gambar yang tidak diinginkan yang mengirim mereka ke dalam spiral emosional, harga diri mereka bisa sangat menderita. Hal ini dapat mencegah mereka memiliki hubungan yang positif dengan orang lain dan dapat mempersulit mereka untuk merasa terhubung dengan orang lain.
4. Dapat menyebabkan kebingungan dalam suatu hubungan
Ketika pasangan terlibat dalam perilaku sexting, itu bisa membingungkan keduanya. Mereka mungkin tidak mengerti apa yang diinginkan orang lain dari mereka atau apa yang dapat mereka terima dalam interaksi seksual.
Ini bisa membuat mereka berdua frustrasi, dan terkadang bisa menyebabkan mereka berhenti berkomunikasi satu sama lain sepenuhnya.
5. Itu bisa membuat hubungan tegang
Ketika orang terlibat dalam perilaku sexting, hal itu dapat merusak hubungan mereka dengan orang lain dan harga diri mereka sendiri. Mereka mungkin merasa dimanfaatkan oleh pasangan romantis mereka, dan mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya mengekspresikan diri mereka secara seksual karena keinginan pasangan mereka.
6. Dapat menimbulkan perasaan dikhianati
Saat orang terlibat dalam perilaku sexting nyata, hal itu bisa menimbulkan perasaan dikhianati. Perasaan ini sangat kuat dalam hubungan monogami karena terkadang mereka merasa seperti orang lain mengkhianati mereka dengan cara tertentu.
Mereka dapat mulai merasa tidak aman dalam hubungan ini, dan mungkin mulai mempertanyakan apakah mereka harus terus berada di dalamnya atau tidak.
7. Dapat merusak reputasi seseorang
Ketika seseorang terlibat dalam hubungan seksual dengan seseorang yang tidak seharusnya mereka ajak berhubungan seks, akibatnya reputasi mereka bisa rusak.
Ini bisa sangat sulit bagi orang-orang yang berada di mata publik karena mereka harus berurusan dengan perhatian negatif yang muncul bersamaan dengan situasi seperti ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Inspirasi Lagu Cinta dari Svararasa, Romansa Gen Z yang Hangat dan Dekat di Hati
-
Heboh 'Tembok Ratapan Solo' Muncul di Google Maps, Ternyata Berlokasi di Kediaman Jokowi
-
Parfum Vanilla Cocok Dipakai Kapan? Ini 5 Rekomendasi yang Tahan Lama
-
Menikmati Keaslian Kuliner Thailand di Jakarta: Dari Khao Soi hingga Khao Nieo Mamuang
-
6 Shio Paling Hoki di Hari Imlek 17 Februari 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Kapan THR PNS 2026 Cair? Simak Prediksi Jadwalnya
-
Arti Kue Keranjang saat Imlek, Bukan Sekadar Hidangan Wajib
-
Inspirasi Resep Takjil dari Chef Martin Praja: Es Teler Milky Pudding Bisa Buat Ide Jualan
-
Kapan Mulai Puasa 2026? Cek Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H
-
Apakah Cushion Menghalangi Air Wudhu? Cek 3 Rekomendasi yang Wudhu Friendly