Suara.com - Anak Ashanty dan Anang Hermansyah, Arsy, harus dirawat di rumah sakit akibat terjatuh dari monkey bar setinggi dua meter. Anak berusia 8 tahun itu pun mengalami retak tulang belakang.
Arsy menceritakan bahwa ia mencoba menaiki monkey bar namun ternyata kedua tangannya tidak kuat sehingga ia terjatuh.
"Arsy lagi main monkey bar, nah terus Arsy kan udah bisa yang satu. Arsy mau coba yang kedua, yang kedua tangan kirinya nggak kuat mau megang," tutur Arsy dalam tayangan Youtube The Hermansyah A6 pada minggu (30/7).
Sesaat setelah jatuh dari permainan monkey bar Arsy sempat mengalami sesak nafas. Kemudian Ashanty langsung membawa anaknya itu ke rumah sakit pertama untuk menjalani x-ray. Hasil dari x-ray menunjukan bahwa Arsy mengalami retak pada bagian tulang belakang.
Monkey bar memang salah satu alat permainan yang biasanya ada fasilitas umum seperti di taman bermain anak. Bentuknya sama seperti tangga, hanya saja dibuat secara horisontal. Sehingga anak biasanya memainkannya dengan cara merangkak di atasnya atau bergelantungan hanya dengan tangan dari bawah.
Dikutip dari Little Tikes Commercial, monkey bar yang juga dikenal dengan sebutan jungle gym itu kebanyakan terbuat dari batang logam atau kayu. Strukturnya berbentuk jeruji, sehingga anak-anak sering tertarik memainkannya.
Bermain monkey bar sebenarnya ada sejumlah manfaat yang bisa didapat anak. Terutama dalam melatih otot tangannya.
Di masa pertumbuhan, anak-anak mungkin merasakan nyeri pada sendi, tulang, atau otot-otot tertentu yang jarang digerakkan. Bila anak rutin bermain monkey bar, otot tubuhnya jadi lebih sering diregangkan.
Peregangan itu bermanfaat untuk merilekskan otot, membantu cegah masalah keseimbangan, mendorong fleksibilitas dan mencegah cedera otot atau sendi.
Baca Juga: Arsy Hermansyah Jatuh dari Ketinggian 2 Meter, Ashanty Ungkap Kondisi Terkini: Dia Harus...
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai
-
KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa
-
Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?
-
Geisz Chalifah Dipanggil KPK, Kasus Gratifikasi Tambang Batu Bara Rita Widyasari Kembali Bergulir
-
Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi