Suara.com - Bagi Anda yang memiliki rencana menghabiskan akhir pekan di Surabaya, Kebun Raya Mangrove bisa menjadi salah satu tempat tujuan wisata. Apa saja yang bisa dinikmati di Kebun Raya Mangrove Surabaya?
Bukan hanya mencari hiburan, di sini Anda juga bisa mendapatkan berbagai pengetahuan baru seputar hutan mangrove. Tertarik mengunjunginya? Simak informasi berikut terlebih dahulu!
Lokasi Kebun Raya Mangrove Surabaya
Dikelola oleh pemerintah, tempat wisata satu ini berlokasi di Jalan Raya Wonorejo No. 1, Rungkut, Surabaya.
Tempat wisata ini memiliki luas total hingga 27 hektar yang terbagi menjadi tiga kawasan yaitu Mangrove Medokan Sawah, Mangrove Wonorejo, dan Mangrove Gunung Anyar.
Dari tiga kawasan tersebut diketahui ada lebih dari 57 spesies tanaman. Beberapa di antaranya adalah Bakau Hitam, Bakau Minyak, Tanjung Merah, Paku Palu, Kurma Rawa, Waru Laut, dan masih banyak lagi.
Jam Buka Kebun Raya Mangrove Surabaya
Kawasan kebun raya ini buka setiap hari, yakni mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Pagi dan sore hari merupakan waktu terbaik untuk berkunjung.
Meski begitu, pastikan Anda segera meninggalkan kebun raya tepat sebelum pukul 16.00 WIB. Ini karena setelah itu akan dilakukan clearing area.
Baca Juga: 8 Tempat Wisata di Bali yang Terkenal dan Wajib Dikunjungi
Tiket Masuk
Sementara ini, Anda masih bisa memasuki kawasan Kebun Raya Mangrove secara cuma-cuma alias gratis.
Namun, jika mengacu pada peraturan daerah (perda) ke depannya, Anda mungkin perlu membayar tiket masuk seharga Rp8 ribu ke depannya.
Meski gratis, untuk menikmati beberapa fasilitas yang ada, Anda perlu membeli tiket secara terpisah. Berikut adalah beberapa wahana berbayar di Kebun Raya Mangrove Surabaya.
- ATV: Rp50 ribu/orang
- Wisata perahu: Rp25 ribu/orang
- Wahana permainan air: Rp12 ribu/orang
Jika ingin menikmati fasilitas gratis, Anda masih bisa menikmati area jogging track, menara pantau, dan tentunya keindahan hutan mangrove itu sendiri.
Fasilitas Kebun Raya Mangrove Surabaya
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali