Suara.com - Tasya Kamila turut merasakan dampak buruknya udara di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dia curhat di media sosial kalau kedua anaknya kompak alami sakit akibat terpapar polusi udara.
Istri Randy Bachtiar itu mengatakan kalau anak keduanya yang baru berusia 7,5 bulan bahkan sakit sampai satu bulan penuh.
"Bulan lalu, Shanin batuk pilek indikasi alergi sampai 1 bulan baru mereda. Selain minum obat, terapinya 6x inhalasi di RS + 10x inhalasinya di rumah," curhat Tasya lewat Instagram story pribadinya pada Selasa (15/8/2023).
Tetapi baru sekitar satu minggu sembuh, anak bungsu Tasya Kamila itu kembali batuk dan harus jalani pengobatan uap di rumah. Ketika mencari obat inhalasi sampai ke tiga apotik, Tasya justru selalu kehabisan stok.
Anak pertamanya, Arrasya juga sakit batuk pilek dan indikasi alergi sampai tidak bisa sekolah selama sepekan.
"Kata dokter gak ada masalah di imunitasnya Arr dan Shanin, tapi emang separah itu udara di Jakarta," ujar Tasya.
Artis 30 tahun itu mengaku memang cukup mengikuti berita tentang polusi udara di Jakarta. Ia meyakini kalau polusi udara yang ada di Jakarta tidak hanya terjadi karena asap transportasi, melainkan juga dampak dari cemaran emisi PLTU. Juga pabrik di sekitaran Jakarta yang menggunakan batu bara.
"Kemarin data polusi yang dirilis Pemda emg bilang banyak dr transportasi sih, tp gatau jg akuu itu ngukur juga gakk dampak emisi dari PLTU sama indistri dari yang bukan di DKI (provinsi tetangga)?" tutur Tasya.
Saking memerhatikan isu tersebut, Tasya dan suaminya yang memang bekerja dalam bidang engineer itu sampai ragu untuk membeli mobil listrik. Sebab menurutnya hal itu juga bukan berarti jadi solusi akhir dari pencemaran udara.
Baca Juga: Inilah Dampak Pembakaran Batu Bara, Jadi Penyebab Polusi Udara Jakarta?
"Kalau ngechargenya pake listrik yg bersumber dr PLTU batubara yaa gak jadi solusi dong, secara kita ga bisa milih jg ke PLN, listrik yg dipake di rumah maunya cuma yg dari renewables gt," pungkas Tasya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus