Suara.com - Di tengah proses perceraiannya, Rendy Kjaernett sudah kembali bermesraan bersama istrinya dengan aksinya mencium pipi Lady Nayoan. Tapi banyak yang menduga selingkuhan Syahnaz Sadiqah itu melakukan aksi love bombing, memang apa ciri-cirinya?
Momen Rendy Kjaernett mencium pipi hingga pundak istrinya itu terjadi saat Lady berulangtahun yang sedang menghadapi awak media, dengan tetap duduk di kurai roda. Banyak netizen mengaku kesal, karena Lady sempat berkoar-koar terkait aksi perselingkuhan suaminya dengan adik kandung Raffi Ahmad itu.
"Jangan koar-koar lagi mbaknya, kalau laki (suami) lu lebih lindah menutupi perselingkuhanya lagi di kemudian hari, rasakan dan nikmati sendiri keputusan paling bodoh itu," ungkap @bianca_gracia.
" Makanya netizen mulai sekarang kalau ada heboh-heboh artis digaet pelakor nggak usah ikutan. Nambah dosa doang, mereka endingnya bahagia," sambung @richrr00.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @lambe_danu, dilihat suara.com, Rabu (16/8/2023) terlihat Rendy tidak sungkan menciumi pipi dan pundak Lady meski di depan banyak orang sekalipun. Bahkan Lady juga seolah bersuka cita dengan cumbuan suaminya.
Hal ini terlihat dari senyuman, dan ekspresi malu-malu yang terpancar dari wajah ibu dua anak itu. Bahkan Lady juga tidak terlihat menolak dari kecupan lelaki yang sempat ia gugat cerai itu.
Melansir Cleveland Clinic, love bombing adalah salah satu pelexehan psikologis dan emosional yang melibatkan orang lain, dengan tujuan memanipulasi korban.
Beberapa bentuk love bombing yang bisa dikenali di antaranya seperti sanjungan dan pujian berlebihan. Komunikasi berlebihan tentang perasaan pelaku untuk korban. Bisa juga dalam bentuk membanjiri korban dengan hadiah yang tidak dibutuhkan atau diinginkan.
Ditambah love bombing juga berupa pembicaraan awal dan intens terkait masa depan indah bersama korban, sehingga korban merasa sulit lepas dari pelaku.
Baca Juga: Rendy Kjaernett-Lady Nayoan Rujuk, Cakra Khan Gagal di America's Got Talent
Ada beberapa tahap love bombing yang bisa dikenali yakni idealisasi atau saat pasangan membombardir dengan cinta dan kasih sayang yang berlebihan kepada korban yang sedang lengah, di tahap ini korban mudah terhanyut perasaan.
Tahap kedua yakni devaluasi atau setelah korban lengah dan nyaman, bahaya akan mulai muncul karena pasangan berusaha untuk mengontrol dengan berbagai cara. Salah satunya saat pelaku berusaha menuntut waktu dan marah ketika korban membuat rencana lebih dulu.
Tahap ketiga, yakni fase pembuangan atau saat korban berusaha membuat batasan agar tidak dimanipulasi atau terhanyut, tapi pasangan malah menghindar dari tanggungjawab dan menolak untuk bekerjasama bahkan rela meninggalkan hubungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung