Suara.com - Nama Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menjadi perbincangan usai video dirinya melakukan tayamum di kereta viral. Diunggah oleh akun Tiktok @kanjengsolo, video singkat tersebut memperlihatkan Moeldoko yang bersiap-siap untuk sholat di kereta.
Namun, yang menjadi sorotan dalam video tersebut adalah, Moeldoko justru melakukan tayamum. Sementara itu akun Twitter alias X @ferizandra menyoroti aksi Moeldoko. Akun tersebut justru mempertanyakan keberadaan air di kereta. Menurutnya, seharusnya di kereta ada toilet untuk wudhu.
“Pagi-pagi video ini melintas di medsos, saya jadi ingin bertanya : 1. Di kereta VVIP biasanya ada toilet & wastafel, kenapa Bapak tayamum...?” tulis akun @ferizandra dalam unggahannya, Senin (28/8/2023).
Cuitan tersebut lantas menjadi perhatian oleh warganet lainnya. Beberapa warganet lain juga bertanya seharusnya Moeldoko bisa wudhu di toilet dibandingkan lakukan tayamum. Lantas sebenarnya kondisi apa saja yang mengharuskan seseorang untuk lakukan tayamum.
Mengutip NU Online, mengenai sebab-sebab bertayamum telah dijelaskan para ulama fiqih, di antaranya oleh Syekh Mushthafa al-Khin dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzahib al-Imam al-Syafi‘i (Terbitan Darul Qalam, Cetakan IV, 1992, Jilid 1, hal. 94). Menurutnya, ada empat alasan dibolehkannya bertayamum.
1. Ketiadaan air
Kondisi tidak adanya air menjadi salah satu alasan seseorang diperbolehkan tayamum. Maksud ketidakadaan air ini dimaksudkan saat air tidak terlihat secara kasat mata. Artinya orang tersebut telah mencoba mencari air, tetapi tidak ada. Sementara itu, adanya air yang dimiliki juga hanya tersisa untuk kebutuhan minum.
2. Jauhnya air
Kondisi lain seseorang dapat melakukan tayamum ini saat jarak air terlalu jauh. Jarak air ini misalnya sekitar 2,5 kilometer dan sulit untuk dijangkau. Oleh sebab itu, orang tersebut diperbolehkan untuk melakukan tayamum.
Baca Juga: Bacaan Sholat Ashar Lengkap Arab, Latin dan Terjemah dari Awal Sampai Akhir
3. Sulitnya menggunakan air
Hal lain yang memperbolehkan seseorang untuk tayamum yaitu sulitnya untuk menggunakan air. Hal ini misalnya, ada kondisi air yang dekat. Namun,di sisi lain air tersebut sulit dijangkau karena ada musuh, binatang buas, dipenjara, dan lainnya.
Tidak hanya itu, keraguan menggunakan air juga bisa membuatnya sulit digunakan. Pasalnya, air tersebut bisa saja mendatangkan bahaya atau penyakit. Oleh sebab itu, demi mencegah hal tersebut terjadi, lebih baik menggunakan tayamum. Hal ini juga telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah Saw.
“Padahal, cukuplah dia bertayamum, membalut lukanya dengan kain, lalu mengusap kain tersebut dan membasuh bagian tubuh lainnya.” (H.R. Abu Dawud)
4. Kondisi sangat dingin
Kondisi lainnya seseorang diperbolehkan untuk tayamum yakni suhu yang terlalu dingin. Seseorang diperbolehkan tayamum untuk membuat tubuhnya hangat kembali. Diriwayatkan bahwa ‘Amr ibn ‘Ash pernah bertayamum dari junubnya karena kedinginan. Hal itu lalu disampaikan kepada Rasulullah saw., dan beliau pun mengakui serta menetapkannya, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud. Namun, dalam keadaan terakhir ini, terlebih jika ada air, seseorang diharuskan mengqadha shalatnya.
Itu dia beberapa kondisi yang memperbolehkan seseorang melakukan tayamum. Pasalnya, tayamum ini dimaksudkan untuk mencegah hal-hal yang sulit atau bahaya. Maka dari itu, tayamum dianjurkan agar orang tersebut bisa melakukan ibadah sholat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil