Suara.com - Banyak orang menganggap posisi seks woman on top hanya nikmat untuk perempuan saja. Padahal ada juga loh cara suami bisa enak saat posisi perempuan di atas.
Dijelaskan Seksolog dr. Haekal Anshari, perempuan bisa dibuat 'melayang' saat posisi woman on top karena bisa memegang kendali, sehingga lebih mudah mengatur ritme dan kedalaman penis atau Mr.P masuk ke dalam vagina atau Miss V.
"Posisi ini juga mengoptimalkan stimulasi penis ke titik G-Spot vagina karena perempuan yang membantu mengarahkan penis ke titik tersebut," jelas dr. Haekal melalui konten edukasi di akun Instagram pribadinya dikutip suara.com, Sabtu (23/9/2023).
G-spot adalah titik tertentu pada tubuh seseorang yang sangat sensitif. Jika sudah tersentuh maka bisa menyebabkan sangat terangsang dan bisa memberikan kenikmatan tertinggi saat berhubungan seks.
Berikut ini cara suami bisa enak saat posisi seks woman on top, yang bisa dilakukan menurut dr. Haekal:
- Ereksi penis laki-laki harus keras optimal, yakni menyerupai sekeras mentimun dan tidak ada gangguan ejakulasi.
- Tidak ada gangguan lubrikasi vagina dan tidak ada gangguan libido.
- Perempuan memulai gerakan perlahan dan sinkron dengan laki-laki agar kedua pihak benar-benar merasa nyaman.
- Perempuan harus bisa mengatur kendali ritme penetrasi dengan benar agar tidak menyakitkan penis dan menyebabkan cedera.
- Laki-laki bisa sambil menstimulasi bagian lain dari tubuh perempuan.
- Karena kendali ada di perempuan, maka perempuan bisa melakukan hal-hal yang semakin meningkatkan gairah dalam bercinta, misalnya menggenggam erat kedua tangan laki-laki seperti mengikatnya, dan lain-lain.
Sementara itu melansir Pulse, bagi perempuan yang pertama kali melakukan posisi seks woman on top umumnya akan merasa bingung dan kesulitan. Tapi lelaki juga bisa membantu loh, yaitu dengan bantu mengarahkan Mr. P ke arah dalam Miss V.
Termasuk juga apabila menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, bisa dengan memegang bagian alas kondom untuk memastikan Mr.P tetap terpasang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?
-
Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya
-
Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan
-
Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI
-
Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU