Suara.com - Mantan Komisioner Komnas Perempuan, Adriana Venny menyebut peristiwa tewasnya perempuan bernama Dini Sera Afianti dengan terduga pelaku sang pacar, Gregorius Ronald Tannur termasuk dalam Femisida. Apa Itu?
Adriana dengan tegas mengatakan femisida adalah kejahatan yang kejam pada perempuan, karena merupakan efek panjang perilaku kekerasan yang sudah dialami sebelumnya.
"Kasus ini tergolong Femisida, yaitu pembunuhan perempuan disertai kekerasan berbasis gender terhadap perempuan. Femisida bisa merupakan akumulasi perilaku kekerasan yang panjang, meskipun belum menikah," ujar Adriana saat dihubungi suara.com, Jumat (6/10/2023).
Menurut Adriana, sikap kasar lelaki yang terjadi agar keinginannya tidak dipenuhi haruslah diwaspadai, karena artinya ia terbiasa menjadikan kekerasan dan penganiayaan sebagai solusi, alhasil karena dituruti terus menerus maka pelaku menganggap sikap tersebut sebagai budaya kekerasan.
"Femisida terjadi karena sikap yang kasar laki-laki yang harus dituruti kemauannya, atau budaya kekerasan yang sudah ditradisikan sejak kecil. Ketika kemauannya tidak dituruti ia lalu merasa bisa melakukan kekerasan terhadap perempuan bahkan hingga membunuhnya," beber Adriana.
Dari peristiwa ini Adriana berharap semakin banyak perempuan menyadari bahwa kekerasan bisa terjadi, bahkan saat perempuan tersebut menjalin hubungan serius alias belum menjadi suami istri.
"Anak perempuan perlu memahami bahwa kekerasan bisa dimulai ketika berpacaran. Jika masih terus dilanjutkan maka lingkaran kekerasan tersebut akan berlanjut hingga ketika sudah berumah tangga," ungkapnya.
Terakhir ia berpesan untuk para perempuan menghindari lelaki abusive atau perilaku kerap kerugian orang lain. Termasuk juga orangtua dan lingkungan harus turut mendidik anak lelaki agar tidak punya perilaku kasar.
"Orang tua dan masyarakat juga harus membantu anak laki-laki untuk bersikap lembut dan tidak kasar terhadap perempuan. Data dari Komnas Perempuan untuk kekerasan dalam pacaran, KDRT maupun femisida di Indonesia masih cukup tinggi," pungkas Adriana.
Baca Juga: Rekam Jejak Edward Tannur Ayah Gregorius Ronald, Anaknya Aniaya Pacar sampai Tewas
Kronologi Dini Meninggal di Tangan Pacarnya yang Anak Anggota DPR
Sementara itu, Dini Sea Afanti (29) meninggal di sebuah apartemen kawasan Pakuwon Mall, Jalan Puncak Indah Lontar, Surabaya pada Rabu, 4 Oktober 2023 dini hari. Dia diduga meninggal dunia setelah dianiaya pacarnya.
Ibu korban melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian. Terlapor tertulis bernama Gregorius Ronald Tannur (31).
Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri, Iptu Samikan, mengatakan Dini bersama kekasihnya, Ronald, sempat mengunjungi diskotek di Jalan Mayjend Jonosoewojo, Surabaya, sebelum meninggal. Mereka menghadiri pesta bersama teman-temannya untuk minum-minum di diskotek.
Setelah keluar dari tempat diskotek tersebut, Dini dan Ronald sempat bertengkar dan memutuskan untuk pergi ke apartemen Dini Dalam kondisi jelang masuk ke apartemen korban disebutkan sudah tidak berdaya, hingga akhirnya terduga pelaku membawa pacarnya itu ke rumah sakit tapi tidak tolong dan meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang