Lifestyle / Komunitas
Selasa, 10 Oktober 2023 | 12:29 WIB
Pedagang menunggu pembeli di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (19/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Penampakan Pasar Tanah Abang usai TikTok Shop resmi dihapus Pemerintah Indonesia baru-baru ini viral. Namun, situasi Tanah Abang tidak menjadi ramai seperti yang diharapkan para pedagang.

Salah satu video penampakan Tanah Abang ini dibagikan oleh akun X atau Twitter @/Paltiwest.

"Kondisi Pasar Tanah Abang semenjang keranjang kuning resmi ditutup," tulis keterangan dalam video tersebut, seperti dikutip Suara.com, Selasa (10/10/2023).

Akun ini pun juga bertanya kepada warganet apakah kondisi Pasar Tanah Abang sudah sesuai harapan. Khususnya setelah pedagang Tanah Abang mendesak pemerintah menghapus TikTok Shop.

"Kondisi Tanah Abang pasca TikTok Shop ditutup. Sesuai harapan?" tanya pemilik akun @/Paltiwest dalam cuitannya.

Dalam video berdurasi 2 menit 27 detik itu, terlihat penampakan Pasar Tanah Abang di berbagai sudut. Lapak-lapak penjual di Tanah Abang masih terlihat sepi pengunjung.

Situasi pasar yang masih sepi pengunjung itu pun dinilai miris. Bagaimana tidak, upaya para pedagang Tanah Abang mendesak pemerintah untuk menghapus TikTok Shop dinilai tidak ada dampaknya.

Video penampakan Pasar Tanah Abang itu pun sudah mendapatkan atensi luas warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, video Pasar Tanah Abang itu sudah disaksikan 37 ribu kali dan mendapatkan ratusan tanda suka.

Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat. Tak sedikit yang menjelaskan dunia bisnis sudah berbeda dari dulu, di mana sekarang masyarakat lebih menyukai belanja secara online.

Baca Juga: Kena Batunya, Pelaku Pamer Alat Kelamin di Mojokerto Terancam Hukuman 9 Bulan

"Apa zaman sudah berubah ya, cara belanja pun ikut berubah. Intinya harga murah barang bagus dan praktis," komentar warganet.

"Pasca Covid-19 orang jadi males keluar karena sudah nyaman sama zonanya. Kebutuhan primer sekunder tersier bisa didapat sambil rebahan main ponsel," tulis warganet.

"Malas kesana bang. Parkirnya mahal, bayarnya double. Masuk ke dalam juga kalau ngak pinter-pinter nawar dan ulet, harganya hampir 2x lipat nya. Apa iya harganya grosir?" keluh warganet.

"Orang malas belanja offline, Jakarta macet dan lebih banyak mengeluarkan uang. Beda dengan online sekali klik bayar pakai mbanking cuma sekali klik dan banyak promo dan gratis ongkir nggak capek macet macetan di jalan," jelas warganet.

"Lah gak ada bedanya itu, tetep sepi, berarti emang bukan soal TikTok Shop yang ditutup, emang budaya belanja masyarakat sekarang lebih ke online dibandingin dateng ke lokasi," tambah yang lain.

"Harusnya ikuti perkembangan jamannya, bukan menepis. Jangankan Tanah Abang, mall-mall aja banyak yang tutup. Orang-orang udah males belanja ke luar rumah, karena beban biaya semakin banyak. Harusnya Pemerintah buka mata dan survei dulu dengan baik, bukan asal mengambil keputusan sepihak," kritik warganet.

Load More