Sementara itu, ilmuwan dari Amerika Serikat, William A. Haseltine, dalam bukunya, Affordable Excellence: The Singapore Healthcare Story menuliskan bahwa Singapura telah mencapai hasil luar biasa baik dalam sistem layanan kesehatan berkualitas tinggi maupun dalam mengendalikan biaya perawatan.
Dalam hal per kapita dan persentase Produk Domestik Bruto (PDB), pengeluaran layanan kesehatannya merupakan yang terendah dibandingkan negara-negara berpendapatan tinggi di dunia. Mengapa bisa demikian?
Ia mengatakan bahwa jawaban atas pertanyaan itu lebih besar dari sekadar proses menyatukan sistem pelayanan kesehatan. Ada beberapa faktor yang lebih besar yang berkaitan dengan semangat dan filosofi Singapura itu sendiri, cara pemerintahannya, cara pemerintah menangani permasalahan dalam negeri, dan cara menghadapi dunia.
Dalam penelitiannya di Singapura, ia menemukan tiga kualitas menarik yang tertanam dalam struktur negara ini yang memungkinkan negara ini mencapai kesuksesan luar biasa di banyak bidang, termasuk layanan kesehatan. Hal tersebut adalah kesatuan politik jangka panjang, kemampuan untuk mengenali dan menetapkan prioritas nasional, dan keinginan yang konsisten untuk kesejahteraan kolektif dan keharmonisan sosial negara.
Berita Terkait
-
Profil Istri Luhut Binsar Pandjaitan, Devi Sosok Penting Kala Sang Jendral Jatuh Sakit hingga Berobat ke Singapura
-
Luhut Binsar Pandjaitan Sakit Apa Sampai Dirawat di Singapura? Ini Kondisi Terkini Opung
-
Dokter Curiga Luhut Binsar Pandjaitan Alami Penyumbatan Jantung karena Kelelahan Parah, Kebanyakan Tugas Negara?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan