Suara.com - Gibran Rakabuming sudah resmi dipilih oleh Prabowo Subianto sebagai cawapresnya maju Pilpres 2024. Untuk melihat kecocokan keduanya, kita bisa menggunakan weton Gibran Rakabuming dan Prabowo Subianto.
Weton sendiri merupakan ramalan yang berdasarkan pada falsafah Jawa yang dulu digunakan oleh masyarakat Jawa dalam menilai kecocokan seseorang dengan orang lain dalam hal pekerjaan, jodoh, pertemanan, dan lain sebagainya. Termasuk juga untuk mengetahui kelancaran rejeki seseorang, weton bisa menjadi sebuah ancer-ancer.
Lantas, bagaimana dengan kecocokan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming sebagai Presiden dan Wakil Presiden? Untuk mengetahui kecocokannya melalui weton, pertama-tama harus diketahui dulu hari lahir masing-masing.
Weton Gibran Rakabuming
Putra pertama Presiden Joko Widodo ini lahir pada 1 Oktober 1987. Jika dilihat dari weton Jawa, hari lahirnya adalah Kamis Legi, tanggal 1 Oktober 1987.
Jumlah neptunya memperlihatkan watak Kamarokan yang dihitung dari hari Kamis jumlah neptunya 7 ditambah dengan hari pasaran Legi berjumlah 2, sehingga total neptunya 9.
Ini merujuk kepada watak hari Kamarokan Sanggar Waringin yang mana memiliki sifat baik, mudah berkembang, pembawaannya tentram, bahagia, dan juga dapat memberikan pengayoman.
Menurut primbon Jawa, watak orang yang lahir pada hari Kamis adalah memiliki cita-cita mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai tinggi. Disebutkan bahwa terkadang ia menjadi amat bijaksana karena kemampuannya melihat prospek jangka panjang dari suatu masalah. Sehingga dia tidak akan kesulitan untuk memperoleh dukungan. Ia juga akan dikelilingi banyak teman.
Sisi buruknya, meskipun cenderung berpandangan luas, orang yang lahir hari Kamis sering terjerumus hal-hal remeh dalam kehidupan sehari-hari. Mereka selalu membutuhkan pujian.
Baca Juga: KPU Belum Terima Surat dari Prabowo-Gibran yang Mau Daftar Capres di Hari Terakhir Pendaftaran
Maka jika Gibran Rakabuming menjadi Wapres, dia memiliki kualifikasi untuk memimpin secara bijaksana, karena berdasarkan weton, dia memang sudah terlahir demikian. Lingkungan dan tantangan kehidupan bisa membuatnya menjadi semakin bijak dan solutif dalam menghadapi masalah.
Akan tetapi, jika dia terpengaruh hal-hal remeh atau terkecohkan oleh sesuatu yang tidak seharusnya dalam kehidupan sehari-hari, ia bisa gagal menjadi seorang pemimpin.
Weton Prabowo Subianto
Menteri Pertahanan Indonesia ini lahir pada 17 Oktober 1951. Berdasarkan kalender weton Jawa, ia lahir pada Rabu Pon, tanggal 17 Oktober 1951. Primbon Jawa menjelaskan jumlah neptu seseorang yang lahir di hari Rabu dan pasaran Pon memiliki watak bertipe Kamarokan, didapatkan dari jumlah neptu hari Rabu yakni 6 ditambah dengan Pon yakni 4.
Ini berarti baik Gibran Rakabuming maupun Prabowo sama-sama memiliki watak Kamarokan. Namun Prabowo memiliki watak Kamarokan Sinaroja yang mana sifatnya adalah baik, berwibawa, dan mudah mencapai kebahagiaan.
Orang yang lahir dengan watak Kamarokan Sinaroja biasanya penuh keberuntungan karena dapat merencanakan tindakan secara hati-hati, terbuka terhadap berbagai peluang baru, dan tidak mudah putus asa. Ia juga memiliki keterampilan bersosial tinggi, sehingga ia mudah bergaul.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Beri Pengarahan di Rapimnas Gerindra, Gibran Diharapkan Hadir
-
Pendaftaran Capres-cawapres Bikin IHSG Memanas? Begini Prediksi Pakar
-
Hasto PDIP Sebut Prabowo-Gibran Kontras Banget dengan Ganjar-Mahfud, Apa Sebabnya?
-
KPU Belum Terima Surat dari Prabowo-Gibran yang Mau Daftar Capres di Hari Terakhir Pendaftaran
-
Cuti atau Mundur Sebagai Wali Kota Solo, Gibran: Saya Ikuti Mekanisme yang Ada
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC