Suara.com - Heboh, dikira pengangguran, warga Bantul bernama Rohandi ini ternyata pembuat keripik pisang narkoba. Bagaimana bisnis rahasianya ini bisa terbongkar dan siapa pemilik prabik keripik pisang narkoba di Bantul ini sebenarnya?
Terbongkarnya modus operandi aksi Rohandi sebagai pebisnis pisang narkoba dimulai dari polisi menggerebek sebuah rumah yang dikontrak oleh Rohandi.
Penyewa rumah yang berlokasi di Pelem Kidul, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul ini bukan warga setempat, Rohandi adalah pendatang dari Bekasi, berumur 42 tahun. Saat menyewa rumah, ia juga menyerahkan KK dan KTP kepada ketua RT.
Tidak ada yang mengetahui aktivitas Rohandi yang sebenarnya di kehidupan sehari-harinya karena Rohandi jarang bersosialisasi dengan warga setempat. Bahkan warga mengira ia adalah pengangguran.
Peran Rohandi dalam kasus karipik pisang narkoba ini adalah menjadi koki atau pembuat keripik di kontrakan tersebut.
Belum banyak informasi yang diungkap oleh polisi mengenai siapa pemilik pabrik keripik pisang narkoba di Bantul ini. Sejauh ini, polisi mengamankan delapan orang yang memiliki peran kunci dalam peredaran narkoba keripik pisang. Mereka berinisial MAP, D, AS, BS, EH, MRE, AR, dan R.
MAP berperan sebagai pengelola akun sosial media. D, berperan sebagai pemegang rekening. AS berperan sebagai pengambil hasil produksi dan penjaga gudang pemasaran. BS berperan sebagai pengelola atau koki. Lalu EH berperan sebagai pengolah atau koki dan distributor. MRE berperan sebagai pengolah atau koki. AR berperan sebagai pengolah atau koki dan R juga berperan sebagai pengolah atau koki.
Ke depalan orang ini dijerat pasal berlapis, antara lain pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) subsider pasal 113 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) lebih subsider pasal 112 ayat (2) jo, pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Kronologi penangkapan
Baca Juga: Detik-detik Pusat Rehabilitasi Pecandu Narkoba Di Iran Kebakaran, 32 Orang Tewas Terpanggang
Awal mula kasus ini terungkap dimulai ketika Bareskrim melakukan operasi siber. Petugas menemukan media sosial yang menjual keripik pisang dengan harga sangat tinggi. Dari sini polisi melakukan tracing dan pemantauan terkait penjualan keripik pisang tersebut sampai ditemukan TKP, rumah tempat produksi, di Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.
Polisi kemudian melakukan operasi tangkap tangan terhadap pegiriman barang yang dilakukan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Mereka mendapatkan barang bukti berupa happy water dan keripik pisang. Jumlah total barang bukti yang sekarang sudah diamankan ialah 426 bungkus keripik pisang berbagai ukuran dan 2.022 botol happy water, serta 10 kilogram bahan baku narkoba.
Kepolisian menjelaskan bahwa keripik pisang tersebut dijual dengan harga bervariasi. Untuk Happy water dibanderol Rp1,2 juta. Keripik pisang kemasan dibanderol 500 gram, 200 gram, 100 gram, 75 gram, 50 gram, dengan harga mulai dari Rp1,5 - Rp 6 juta.
Produksi dan peredaran modus keripik pisang dan happy water ini tergolong baru. Ini membuktikan bahwa modus operandi narkoba di pasaran sudah tidak konvensional lagi.
Demikian itu informasi sementara siapa pemilik pabrik keripik pisang narkoba di Bantul, Yogyakarta yang belum banyak diungkap identitasnya oleh polisi sampai berita ini dirilis.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Detik-detik Pusat Rehabilitasi Pecandu Narkoba Di Iran Kebakaran, 32 Orang Tewas Terpanggang
-
Sosok Kombes Yulius, Nyabu Bareng 5 Wanita Cuma Dihukum 18 Bulan Penjara
-
Bantah Pakai Narkoba, G-Dragon Bigbang Sukarela Jalani Tes Urine dan Rambut
-
Imbas Kasus Narkoba Lee Sun Kyun, Film Populer 'Parasite' Dihapus dari Acara Lotte Cinema
-
HYBE Labels Bantah Rumor BTS Terkait Kasus Narkoba Lee Sun Gyun dan G-Dragon
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9