Suara.com - Belakangan ini nama selebgram Fuji kembali menjadi perbincangan publik. Usai ulah penggemarnya yang fanatisme ia kembali tersandung nunggak gaji karyawannya.
Kendati demikian, masalah nunggak gaji itu sudah dibayar oleh Fuji. Selain itu, ia juga tersandung masalah bersikap kasar dengan karyawannya itu.
Hal itu pun terlihat dari unggahan akun Instagram @hay_tje. Akun tersebut mengunggah tangkapan layar chat milik Fuji yang sedang memarahi karyawannya karena pekerjaannya yang tidak betul.
Di unggahan itu terkuak Fuji kerap memaki karyawannya yang bernama Abdul. Dia memarahi Abdul dengan alasan laki-laki tersebut tidak becus bekerja.
"Kerja yang bener karena gue bakalan lebih keras dari biasanya, itu karena lah lo sendiri. Sampai lo pasang muka nantangin lo, lo liat aja nanti," kata Fuji dalam isi chat yang diunggah @hay_tje belum lama ini.
"Miskomunikasi ta*! Kerja lo nggak bener," sambungnya.
Kendati demikian, hal itu sudah diklarifikasi oleh Fuji. Ia mengaku hanya ingin bersikap tegas saja ketika sedang bekerja dengan karyawannya.
"Dari dulu aku tegas. Hanya kalau lagi nggak kerja aku santai, bisa ngobrol dan cerita. Kalau lagi kerja ya kerja," ungkap Fuji saat ditemui di Polres Metro Jakarta Barat.
Di sisi lain Fuji saat ini mengalami trauma dan minim kepercayaan pada karyawannya. Hal ini karena selebgram 21 tahun itu sudah pernah ditipu eks manajernya. Miliaran rupiah uangnya dibawa kabur orang terdekatnya itu beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Fuji Bela Diri Chat Kasar ke Karyawan Bocor, Banyak yang Tak Puas: Dari Awal Muncul Sudah Tengil
"Stresnya sampai sekarang, sampai trauma dikit, kayak susah percaya sama orang. Bukan manajer aja sih, ke semua orang jadi sangat trust issue, jadi susah percaya," tutur Fuji.
"Karena menurut aku, aku sudah mempekerjakan dia dengan baik, memperlakukan dia dengan baik, tapi gitu deh, perlakuan dia nggak sesuai dengan apa yang aku kasih ke dia. Jadi ada memberikan rasa trauma dan trust issue ke banyak orang," imbuhnya.
Pada kasus ini, rawan warganet yang mudah tersulut dengan bukti-bukti yang hanya diunggah sepotong saja. Pada unggahan akun Instagram yang membocorkan chat kasar Fuji dengan karyawannya tidak menyertakan konteksnya. Apa yang membuat Fuji bisa semarah itu dengan karyawannya.
Hal itu juga yang menjadi puncak permasalahan pada film Budi Pekerti.
Bijak Bersosial Media di Film Budi Pekerti
Pada film Budi Pekerti, terdapat sebuah tokoh yang bernama Bu Prani. Dalam cerita itu Bu Prani sosok yang berprofesi sebagai guru BK. Di mana dari profesinya itu identik sebagai panutan para murid.
Namun, karena potongan videonya yang terlihat seolah sedang misuh di media sosial membuat dirinya dibully di media sosial. Bahkan, karena sebuah video potongan tanpa konteks itu membuat ia harus kehilangan profesinya sebagai guru dan hal itu juga berpengaruh pada kehidupan keluarganya.
Dalam film itu, banyak sekali perspektif yang sangat apik dan dekat dengan kehidupan realitas. Namun, pesan dari film tersebut adalah mengajak semua orang untuk bijak dalam bermain sosial media.
Belum tentu apa yang dilihat di media sosial sesuai dengan kenyataannya. Begitu juga dengan potongan chat kasar Fuji dengan karyawannya.
Jadi, bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai apa yang kita ketik di media sosial membuat permasalahan semakin keruh. Apalagi sampai terhanyut pada aliran adu domba hingga menjatuhkan satu sama lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 100 Orang, Luka Berat Tak Tertolong
-
Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan
-
Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya
-
Terima Audiensi Masyarakat Pati yang Tolak Demo, DPR: Tak Harus Selalu Turun ke Jalan