- Forum Komunikasi Rakyat Pati menyampaikan aspirasi kepada pimpinan DPR RI.
- Mereka menolak aksi demonstrasi dan menyoroti dampak informasi digital negatif terhadap kondisi sosial serta perekonomian.
- Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal menyatakan lembaga legislatif akan menerima dan mengawal seluruh aspirasi.
Suara.com - Sejumlah perwakilan masyarakat Kabupaten Pati memilih menyampaikan aspirasi melalui jalur audiensi dengan pimpinan DPR RI ketimbang turun ke jalan.
Mereka bahkan menolak aksi demonstrasi sebagai cara untuk menyuarakan keresahan dan tuntutan terkait kondisi di Kabupaten Pati.
Forum Komunikasi Rakyat Pati diterima langsung pimpinan DPR RI dalam audiensi di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, didampingi Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati serta Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.
Audiensi itu menjadi ruang bagi berbagai elemen masyarakat Pati, mulai dari tokoh masyarakat, lembaga bantuan hukum, nelayan, organisasi kemasyarakatan hingga perwakilan perempuan, untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada pimpinan DPR.
Salah satu isu yang disorot adalah kondisi sosial masyarakat Pati serta pemberitaan dan konten yang beredar di media sosial.
Forum Komunikasi Rakyat Pati menilai sejumlah informasi digital yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi di lapangan telah membentuk persepsi negatif terhadap Kabupaten Pati.
Mereka pun meminta aparat penegak hukum menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendorong penguatan regulasi terkait konten kreator dan informasi digital.
Perwakilan nelayan juga meminta pemerintah pusat melihat langsung kondisi Pati. Mereka menilai masyarakat Pati pada dasarnya menginginkan suasana daerah yang aman, damai, dan kondusif.
Baca Juga: Rekening Aktivis Pati Terblokir Jelang Demo, DPR Akan Konfirmasi ke Bank
Narasi mengenai kondisi sosial Pati yang dinilai negatif, menurut mereka, dikhawatirkan turut berdampak terhadap kepercayaan investor dan perekonomian daerah.
"Keadaan Pati yang sebetulnya cinta damai, ramah, ingin kita kondusif semuanya. Tapi dengan adanya segelintir orang yang mengatasnamakan rakyat Pati, membuat kita sangat-sangat tidak beradab," ujar Agung, perwakilan nelayan Pati.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Cucun mengatakan DPR RI akan menerima dan mengawal seluruh poin yang disampaikan masyarakat Pati.
Menurut dia, masyarakat tidak harus selalu turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. Jalur dialog dan audiensi dengan lembaga negara juga dapat digunakan untuk memperjuangkan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.
Cucun menegaskan DPR membuka ruang bagi siapa pun yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung melalui mekanisme audiensi.
Aspirasi tersebut, kata dia, akan diterima dan dapat dikawal melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPR.
"Semua kan didengar aspirasinya. Seperti ini ya, mekanisme tidak justru tidak menyampaikan hal-hal yang konsepnya harus betul-betul jelas, kirim ke kita, audiensinya juga ya kita akan terima. Siapa pun yang mau audiensi by surat kita akan terima seperti mereka di sini, ya," pungkas Cucun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Terima Audiensi Masyarakat Pati yang Tolak Demo, DPR: Tak Harus Selalu Turun ke Jalan
-
Meski Tidak Ditandatangani Direktur Penyidikan, Surat Penahanan Febrie Adriansyah Tetap Sah
-
Tim Hukum Febrie Adriansyah Sebut Sangkaan Kejagung 'Imajinatif', Dasar Hukumnya Dipertanyakan
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
6 Cara Meratakan Warna Kulit Tangan Belang akibat Naik Motor dengan Body Sunscreen
-
Bukan Water Bombing! Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong untuk Atasi Karhutla
-
Karhutla Meluas di Kalbar, Wamen LH Minta Korporasi Perkuat Sekat Kanal: Apa Itu?
-
Mengapa Satwa Endemik Indonesia Tak Bernasib seperti Panda China?
-
Rapor Timnas Indonesia U-20 di Thailand, Modal Garuda Muda Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
-
Viral Video Botok Hendak Dibawa Polisi, AMPB Buka Suara