Suara.com - Sikap posesif dalam sebuah hubungan pada dasarnya adalah suatu hal yang diperlukan. Pasalnya, sikap posesif ini dapat menunjukkan kalau orang tersebut peduli dengan pasangannya.
Namun, kondisi ini justru dapat menjadi hal yang tidak baik jika pasangan sudah posisi secara berlebihan. Pada beberapa kondisi seseorang justru dilarang untuk melakukan berbagai hal oleh pasangannya, bahkan untuk pertemuan teman-teman terdekatnya. Hal tersebut akan menjadi sesuatu yang sangat mengganggu karena pasangan terlalu mengatur kehidupan pribadi.
Biasanya, dalam menghadapi pasangan posesif seseorang memilih untuk marah. Padahal, itu hanya akan membuat hubungan menjadi renggang dan bermasalah. Untuk itu, ketika memiliki pasangan yang posesif seseorang harus tahu cara yang tepat untuk bisa menghadapinya.
Untuk menghadapi pasangan yang posesif ini, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk bisa menghadapinya. Melansid Popxo, berikut beberapa trik tetapi khusus yang dapat dilakukan untuk menghadapi pasangan yang posesif.
1. Buka pembicaraan
Pasangan yang posesif biasanya akan marah jika kekasihnya pergi tanpa dirinya. Jika hal ini terjadi, usahakan untuk tidak membalasnya dengan marah. Namun cobalah untuk bisa membuka pembicaraan baik-baik. Tanyakan kepada pasangan mengapa mereka marah dan kesal jika diri sendiri pergi tanpanya. Hal tersebut akan bisa membuat saling mengerti satu sama lain.
2. Terbuka dengan pasangan
Penting juga untuk selalu terbuka dengan pasangan yang posesif. Usahakan Jangan pernah sesekali berbohong dengan pasangan posesif. Hal ini karena kebohongan tersebut hanya akan bawa rasa tidak percaya di masa depan. Untuk itu cobalah selalu terbuka tentang segala yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
3. Buat aturan yang jelas
Baca Juga: Akun Penyebar Chat Fuji Maki-Maki Karyawan Malah Dibela Fans Sang Selebgram, Kok Bisa?
Pasangan posesif terkadang justru jadi terasa sangat mengatur kehidupan pribadi. Hal ini akan menjadi satu hal yang sangat mengganggu ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk itu, cobalah untuk membuat berbagai aturan yang jelas sejak awal. Misalnya, beritahu pasangan agar tidak protes dengan gaya berpakaian atau hal-hal lainnya.
4. Coba buat pasangan merasa diinginkan
Sikap posesif terkadang akan membuat pasangan merasa kalau dirinya tidak dibutuhkan. Hal ini karena apa yang mereka katakan seringkali ditentang. Untuk itu, cobalah sesekali membuat pasangan yang rasa dibutuhkan. Hal ini akan membuat pasangan merasa kalau mereka masih diperhatikan, dicintai, dan dibutuhkan.
5. Biar waktu menjawab
Memiliki pasangan posesif terkadang hanya terjadi karena kurangnya waktu untuk memahami satu sama lain. Namun, seiring berjalannya waktu nantinya pasangan akan memahami satu sama lain.
6. Kenalkan pasangan dengan teman
Pasangan terkadang menjadi posesif karena mereka tidak tahu siapa teman-teman kekasihnya itu. Iya merasa khawatir kalau teman-teman pasangannya itu akan membuat hubungannya menjadi rusak. Oleh sebab itu cobalah untuk mengenalkannya dengan teman-teman yang dimiliki. Hal ini akan membuatnya menjadi lebih terbuka terhadap hubungan pertemanan pasangannya sendiri.
7. Saling kompromi
Cobalah untuk bisa saling kompromi satu sama lain saat memulai hubungan. Coba cari titik tengah Bagaimana hubungan tersebut bisa membuat rasa nyaman satu sama lain. Usahakan untuk tidak menyerah dalam hubungan tersebut.
8. Jelaskan Anda bukan pacarannya
Pasangan bisa saja menjadi sangat posesif karena mereka pernah alami diselingkuhi. Mereka takut Anda akan menjadi sosok seperti mantan pacarnya itu. Oleh sebab itu, cobalah beri penjelasan kepada pasangan Kalau Anda bukanlah mantan pacarnya. Hal ini akan membantu membuat rasa takutnya perlahan memudar.
9. Jangan memancing rasa cemburunya
Jika memiliki pasangan posesif usahakan untuk tidak memancingnya untuk cemburu. Dengan memancingnya agar cemburu itu akan membuatnya semakin posisi. Bahkan, hal tersebut juga dapat membuat hubungan dengan pasangan menjadi rusak.
Itu dia beberapa cara untuk menghadapi pasangan yang posesif. Jika sudah mencoba segalanya tetapi pasangan masih terus posesi, bahkan sampai bermain fisik, lebih baik untuk mengakhiri hubungan tersebut. Pasalnya, hubungan adalah tentang kenyamanan satu sama lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Sunscreen yang Bagus untuk Kulit Berjerawat Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi dengan Zinc Oxide
-
Sepeda Kalcer Federal Masih Produksi? Ini 3 Alternatif Sepeda Retro Klasik Paling Keren
-
Ramalan Shio Besok 16 Februari 2026, Siapa Paling Hoki Jelang Imlek?
-
Foundation Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik Mulai dari Rp6 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sepeda Lipat yang Diizinkan Masuk Gerbong KRL, Harga Mulai Rp800 Ribuan
-
5 Cushion Wudhu Friendly untuk Makeup Bukber, Praktis dan Natural!
-
Super Air Jet Punya Siapa? Bikin Penumpang Terlantar 5 Jam hingga Tinggalkan Bayi
-
35 Ucapan Imlek 2026 untuk Bos yang Sopan dan Profesional, Siap Di-copas!
-
Apa Doa 1 Ramadan Sesuai Ajaran Rasulullah? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
5 Parfum Halal untuk Salat Tarawih, Bikin Ibadah Makin Nyaman di Bulan Ramadan