Suara.com - Marsekal Pertama (Marsma) Fairlyanto kini harus mengakhiri jabatannya sebagai Komandan Lanud (Danlanud) Abdulrahman Saleh.
Padahal, profil Marsma Fairlyanto menunjukkan bahwa dirinya merupakan sosok yang berprestasi.
Adapun langkah Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melakukan mutasi terhadap Fairlyanto disinyalir sebagai imbas dari kecelakaan dua pesawat TNI AU berjenis Super Tucano yang jatuh di Pasuruan, Jawa Timur Kamis, (16/11/2023).
Fairlyanto dimutasi bersama 60 perwira lainnya melalui Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1324/XI/2023 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.
Ia dicopot sebagai Danlanud Abdulrahman Saleh dan diangkat menjadi Staf Khusus KSAU.
Lantas, seberapa berprestasi sosok Marsma Fairlyanto?
Profil Marsma Fairlyanto: Pilot kelahiran Bandung
Fairlyanto lahir di Ibu Kota Parahyangan alias Bandung pada 24 Juli 1970 (sekarang berumur 53 tahun).
Ia memulai kariernya sebagai anggota TNI AU usai lulus Akademi Angkatan Udara tahun 1994. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia menjadi pilot pesawat OV-10 Bronco.
Sebagai pilot, Fairlyanto dipercayai untuk memimpin Skadron Udara 21 yang juga bermarkas di Lanud Abdurachman Saleh, sehingga menjadikan dirinya cukup familier di lanud tersebut.
Ia menjabat beberapa posisi strategis di TNI AU, salah satunya dengan menjadi Parit Opslat Irjenau (2011). Fairlyanto akhirnya ditugaskan di Padang sebagai Danlanud pada 2011.
Dua tahun setelahnya, ia pindah tugas ke Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) dan menjabat sebagai Kepala Dinas Operasi (Kadisops).
Setelah itu, ia pindah ke Lanud Abdulrachman Saleh dan juga menjabat sebagai Kadisops.
Fairlyanto ini juga memegang beberapa jabatan lainnya hingga yang terbaru adalah Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Stafsus KSAU). Berikut adalah daftar riwayat jabatan Fairlyanto:
- Komandan Wing (Danwing) Udara 2 pada 2016
- Kepala Pusat Olah Yudha (Kapusoyu) Sekkau
- Danlanud Raden Sadjad
- Sekretaris Dinas Operasi dan Latihan TNI Angkatan Udara (Sesdisopslatau)
- Danlanud Abdul Rachman Saleh
Insiden jatuhnya dua pesawat TNI AU Super Tucano
Berita Terkait
-
Panglima TNI Takziah ke Keluarga Prajurit yang Gugur dalam Kecelakaan Pesawat Super Tucano di Pasuruan
-
Alasan Cuaca, TNI AU Kesulitan Evakuasi Bangkai Pesawat Super Tucano di Pasuruan
-
Berapa Gaji Pilot TNI AU? Ini Rincian Honor dan Tunjangannya
-
Profil Kolonel Subhan, Komandan Pengiriman Bantuan ke Gaza Gugur di Kecelakaan Pesawat TNI AU
-
Pasca Insiden Kecelakaan di Pasuruan, TNI AU Setop Pesawat Super Tucano Beroperasi Sementara
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Dea Arranoya Lulusan Mana? Anak Pejabat Aceh Viral Pamer 15 Jeriken BBM dan Liburan ke Eropa
-
Velodrome Bergemuruh, Pelatih Reidel Toiran Puji Antusiasme Suporter Timnas Voli Indonesia
-
Indonesia Kekurangan Talenta Siber, ITSEC Asia dan PT INTI Siapkan Solusinya
-
Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan
-
Gabung Kendal Tornado FC, Diego Dalloca: Saya Ingin Menciptakan Sejarah!
-
5 HP Samsung Kamera OIS Terbaik, Hasil Videonya Mirip Kelas Flagship!
-
Londo Ireng Artinya Apa? Ini Asal Usul Istilah yang Dipakai Prabowo Menyindir Jurnalis hingga LSM
-
Ulasan Novel Negara Kelima, Menguak Konspirasi Gelap Kelompok Aparat Korup
-
Mengurai Inovasi Regulasi dan Dominasi Institusi di Balik "Rebound" Pasar Kripto Global
-
Tidar Jakarta Barat: Pelantikan Sudaryono Momentum Pembenahan Sistem MBG