Saat sudah berada di rumah dan memberikan susu tambahan seperti yang diarahkan oleh pihak klinik, tiba-tiba pukul 21.00 WIB Nisa berteriak sambil menangis kalau detak jantung bayinya tidak terdengar. Mereka pun segera lari ke klinik yang saat itu mendadak tutup dengan pintu tergembok.
Merasa panik, Erlangga terus menggedor klinik hingga keluar seorang dokter laki-laki yang memeriksa bayi tersebut dan mendiagnosa bahwa bayi mereka telah meninggal dunia.
Tanpa diberikan surat pengantar atau surat apapun Erlangga yang merasa tidak percaya dengan pernyataan dokter langsung membawa bayinya ke salah satu rumah sakit. Pihak rumah sakit pun memeriksa dan segera ambil tindakan serta mendapatkan ternyata berat badan bayi itu 1,5 kg.
“Suster dan dokter di sana kaget kenapa ini anak dengan BB hanya 1,5 kg bisa pulang? Minimal inkubator untuk bayi dengan BB 1,5 kg adalah selama tujuh hari atau sepuluh hari,” ucap dokter ditulis Erlangga.
Dijadikan Konten dan Jalani Sesi Pemotretan Newborn Tanpa Izin
Erlangga dan Nisa pun membawa bayinya pulang menggunakan ambulans dengan perasaan yang begitu terpukul. Pihak keluarga benar-benar kecewa dengan pelayanan yang mereka terima.
Ditambah yang tidak membuat habis pikir pihak keluarga sangat menyayangkan, secara diam-diam klinik tampak membuat sebuah konten foto dan video sebelum bayinya dinyatakan meninggal dunia.
"Bayi 1,5 Kg kalian beginikan tanpa ada izin dari pihak keluarga, tanpa ada pemberitahuan dari pihak keluarga. Yang harusnya ini bayi di inkubator dan diberikan perawatan yang intensif malah kalian buat review dan konten. Di mana hati nurani kalian? Ini manusia loh, bukan binatang!," tulis Nadia.
Tentu saja kisah ini mendapatkan perhatian dari netizen. Hingga kini pihak keluarga pun telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
Baca Juga: Bikin Haru, Anak Ini Pengin Tidur di Penjara Temani Ibunya saat Libur Sekolah
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim