Suara.com - Apakah kamu pernah seharian sibuk mengerjakan sesuatu hingga tak sempat membuka ponsel untuk sekedar scrolling di media sosial? Bahkan, kamu memutuskan untuk mengorbankan jam tidurmu demi berselancar di media sosial.
Jika kamu pernah mengalaminya, itu berarti kamu sudah melalukan Revenge Bedtime Procrasctination (RBP), lho!
Lantas apa definisi dari Revenge Bedtime Procrastination (RBP). Berikut ulasannya.
Apa itu Revenge Bedtime Procrastination?
Merujuk dari laman Sleeping Foundation, revenge bedtome adalah kepuasan untuk mengorbankan jam tidur demi waktu senggang. Hal itu terjadi karena seharian yang padat tanpa waktu luang.
RBP ini dilakukan karena seseorang merasa membutuhkan hiburan di siang hari namun tak terpenuhi akibat aktivitas yang sibuk. Maka dari itu, seseorang akan cenderung mengorbankan jam tidur untuk menghibur diri dan mendapatkan waktu luang.
Tanda Revenge Bedtime Procrastination
1. Menunda Tidur Tanpa Alasan yang Jelas
Tanda pertama adalah seseorang terjaga di malam hari bahkan hingga pagi dengan alasan yang tidak jelas. Alih-alih begadang untuk mengerjakan deadline atau melakukan hal produktif, tetapu melakukan karena ingin saja atau alasan yang tidak valid.
Baca Juga: Fenomena Second Account: Alternatif Pelepasan Emosi bagi Anak Muda
2. Menyadari Penundaan Waktu Tidur Buruk
Seseorang menyadari kalau penundaan waktu tidur itu bukan hal baik. Namun, hal itu tetap berulang dilakukan. Hal itu pun menandakan kalau sudah terjebak dalam RBP.
3. Scrolling Media Sosial Sampai Pagi
Scrolling konten-konten menarik di media sosial juga terkadang menjadi sebuah penghambat kita untuk memperbaiki jam tidur. Hal ini merupakan kegiatan yang sering dilakukan yang menyebabkan seseorang menunda waktu tidur bahkan sampai begadang.
4. Marathon Film atau Drama
Aktivitas menonton drama atau film favorit memanglah sangat menyenangkan. Namun, jika kegiatan ini juga menjadi penyebab menunda waktu tidur. Karena kebutuhan mental dan fisik dari tidur sangatlah penting.
Berita Terkait
-
Fenomena Second Account: Alternatif Pelepasan Emosi bagi Anak Muda
-
Pengantin Ini dapat Amplop dari Perantau, Isinya Terima Sepucuk Surat
-
Menguak Tanda-tanda Kemunculan Dajjal dalam Buku 'The Story of Dajjal'
-
Viral, Proposal Anggaran Pembangunan Masjid Capai Rp12 M, Harga Batu Bata dan Genting Bikin Geleng-geleng
-
Absurditas Cogil: Tantangan dan Krisis Pendidikan di Era Media Sosial
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka
-
195 Warga Binaan di Jakarta Langsung Bebas Berkat Remisi HUT ke-81 RI
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Cicatih Sukabumi, Diduga Hilang dari Desa Cisarua
-
174.791 Warga Binaan Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 3.563 Langsung Bebas
-
Makna Kemerdekaan di Pondok Labu, Warga Ciptakan Sirine Pendeteksi Banjir
-
Dedi Mulyadi Minta Maaf di HUT ke-81 RI, Soroti Bahaya Feodalisme di Birokrasi
-
iPhone X dan MacBook Pro 2018 Dipensiunkan Apple
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
KSP Dudung Sebut Kericuhan Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum: Rakyat Aceh Tetap NKRI
-
Menko Yusril Buka Suara Soal Kericuhan Bendera Bulan Bintang di Aceh