Suara.com - Sukses menggaet partisipan dari lebih 57 negara, Modest Fashion & Womenpreneur Summit (MFWS) 2024 siap diselenggarakan. Selama tiga hari berturut-turut mulai dari tanggal 8, 9, dan 10 Februari 2024, MFWS 2024 akan menjadi rumah baru bagi pengusaha perempuan dari seluruh dunia untuk berjejaring dan membuka kesempatan kolaborasi.
Pada pagelaran perdananya ini, MFWS 2024 mengusung tema “High Level Women Forum For Economic Growth and Sustainability”. Sesuai tema tersebut, MFWS 2024 bertujuan untuk memperluas jaringan bagi para pengusaha perempuan agar dapat bertumbuh lebih pesat dan meningkatkan daya saing di ekosistem bisnis yang penuh persaingan modern ini.
“High level itu berarti memang mereka punya value untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sekitarnya. Memiliki rasa kekhawatiran dan keinginan untuk terus berkembang dan bermanfaat, tidak hanya bagi perusahaannya, namun juga bagi manusia dan lingkungan. Dengan kita menciptakan wadah womenpreneur summit ini mereka bisa ter-connect satu sama lain,” jelas Ayu May Fakih selaku CEO Kreasi Mode International, perusahaan penyelenggara MFWS 2024.
Dari tema besar tersebut, MFWS 2024 merumuskan tiga materi utama yang mesti menjadi prioritas bagi setiap pengusaha perempuan yang ingin mengembangkan bisnisnya, yaitu marketing strategy, finance & investment strategy, dan system strengthening.
“Sebagai pengusaha, tiga hal itu adalah yang kita pikirkan tiap hari. Hal itu yang kita perlu pahami, perlu mengerti bagaimana bisa kita aplikasikan pada bisnis. Karena tiga tema itu yang menggerakkan usaha kita. Marketing–bagaimana kita bisa memahami strategi marketing yang relevan dengan situasi saat ini dan tepat sasaran dengan perubahan tren yang begitu cepat. System–usaha itu kan membangun sistem, bagaimana sistem itu bisa diduplikasi, berjalan dengan sendirinya, dan bisa menyesuaikan dengan keadaan yang berubah, alias stay relevant. Investment and financing–bagaimana perusahaan itu bisa mendapatkan akses pendanaan untuk perkembangan perusahaan,” ujar Ayu.
Untuk membawakan pengetahuan baru bagi para partisipan, MFWS 2024 akan menghadirkan sederet pembicara yang sudah berpengalaman di berbagai bidang bisnis. Beberapa di antaranya adalah Eva Law (Pimpinan dari Association of Family Offices in Asia), Nur Asia Uno (Ketua Asosiasi Fashion Indonesia), Susan Emir (Pemilik Rumah Sabine), Alia Khan (Pendiri dan Pemimpin Islamic Fashion and Design Council), dan tokoh pemimpin pengusaha perempuan lainnya.
Dalam penyelenggaraan MFWS 2024, Kreasi Mode Internasional tidak sendirian. Beberapa lembaga/organisasi, perusahaan, dan brand turut serta memastikan terselenggaranya acara ini. Apalagi, mengingat luasnya lingkup target partisipan dari berbagai negara, dukungan dari perusahaan, lembaga/organisasi dan brand lokal maupun luar negeri dibutuhkan untuk memperkuat kredibilitas acara ini.
“Saat ini sudah ada delapan mitra kolaborasi yang turut serta mensukseskan acara MFWS. Kolaborasi ini tidak terbatas pada promosi acara namun juga menjangkau narasumber bahkan sponsorship serta Media partner. Di antara lembaga tersebut adalah Asosiasi Fashion Indonesia, Modest Fashion Australia, Modest Fashion Manila, Islamic Fashion & Design Council dari London, Association of Family Office in Asia dari Hongkong, Scarf Media, hellobcr dan Indonesian Fashion Chamber. Kolaborasi masih terus digalakan dengan berbagai pihak untuk mensukseskan acara ini,” terang Nurasiah Jamil selaku Project Manager MFWS 2024.
Menariknya, MFWS 2024 tidak hanya merupakan forum bisnis, namun juga ajang modest fashion show yang akan menampilkan 12 brand modest fashion terpilih dari berbagai negara. Sampai rilis pers ini dibuat, telah terpilih 5 brand fashion lokal meliputi By Ayu Dyah Andari, Hijaberlin, BT Batik Trusmi, Zeta Prive, dan Greenism.
Baca Juga: Angkat Fashion Lokal Lewat Kolaborasi 3 Brand Karya Anak Bangsa
“MFWS 2024 akan dimulai dengan opening yang di dalamnya ada perhelatan modest fashion show. Kita ada 12 slot yang akan kita tampilkan. Saat ini sudah ada 5 brand Indonesia. Dari negara lain, kita sedang menjaring dari partner-partner ini dan juga dari channel pendaftaran. Karena ini sedikit slotnya, target hanya 12, harapannya bisa lebih banyak brand-brand fashion dari berbagai negara untuk bisa ikut di sini,” terang Nurasiah Jamil.
MFWS 2024 digagas oleh Ayu May Fakih bersama perusahaannya, Kreasi Mode International. Perempuan lulusan Universitas Indonesia ini telah memiliki pengalaman panjang memprakarsai berbagai pagelaran internasional yang berfokus pada youth development melalui Model United Nations yang telah melibatkan lebih dari 100 negara dan dihadiri ribuan peserta.
“Bersama Kreasi Mode International, saya ingin membangun wadah di mana pengusaha perempuan dapat saling terhubung tanpa dibatasi oleh jarak antar negara ataupun perbedaan sektor bisnis. MFWS 2024 dirancang sebagai ruang yang inklusif untuk menjadi support system bagi para pebisnis perempuan di seluruh dunia,” tutur Ayu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan