Suara.com - Kebanyakan orang Indonesia rupanya memang lebih berisiko memiliki pori besar pada kulit wajah, dilihat secara genetik. Selain itu, genetik yang dimiliki masyarakat Indonesia juga memungkinkan munculnya tanda penuaan seperti garis lipatan di leher dan garis senyum.
Temuan itu berdasarkan penelitian Skin Genomic Research yang dilakukan oleh ParagonCorp. Pakar Genomik dr. Yulia Ariani Aswin, SpA(K)., menjelaskan bahwa riset genomik dilakukan dengan memeriksa pecahan sel yang diambil dari dalam mulut.
"Tubuh manusia dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Faktor internal itu dari dalam, genetik, itu yang harus kita pelajari karena gak kelihatan. Kalau dibidang kedokteran, mempelajari genetik bisa menjadi modal dasar untuk mengetahui bahan apa yang dibutuhkan," jelas dojter Yulia dalam konferensi pers Paragon di Jakarta beberapa waktu lalu.
Bakat pori wajah besar itu pada akhirnya bisa jadi pemicu timbulnya berbagai masalah kulit yang akan muncul. Dokter spesialis kulit dr. Riris Asti Respati Sp.DV., mengatakan bahwa kondisi pori besar juga bisa disebabkan karena faktor luar dari tubuh, seperti gaya hidup.
Dia juga menjelaskan kalau pori wajah membesar akibat adanya sumbatan pada kulit. Sumbatan itu bisa karena paparan kotoran maupun make up terlalu tebal dan dipakai lama.
"Jadi pori tersumbat kotoran dan gak dibersihkan dengan benar. Make up juga bisa, misal ada coverage lumayan tebal itu bisa sumbat pori, nanti bikin pori membesar," imbuhnya.
Skin Genomic Research itu mengeksplorasi DNA, gen, dan variasi genetik yang terkait dengan karakteristik, fungsi, serta kondisi kulit. Riset dilakukan okeh Paragon dengan bekerjasama dengan pakar genomik dan dokter kulit sejak 2021.
Penelitian dilakukan terhadap 515 subjek yang terdiri dari 150 pria Indonesia dan 365 wanita Indonesia. Serta dari 8 kelompok etnik terbesar di Indonesia di antaranya Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Global Group Head Brand Development ParagonCorp Alif Kartika B.Sc., menjelaskan kalau riset tersebut berguna untuk menciptakan skincare sesuai dengan genetik orang Indonesia juga masalah kulit wajah yang sering terjadi.
Baca Juga: Penting Diperhatikan! Berikut 3 Penyebab Seseorang Mengalami Lentigo
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Kapan Idul Adha 2026 Tiba? Ini Perkiraan Tanggalnya
-
Jadwal KRL Solo-Jogja 24 hingga 29 Maret 2026 Seusai Lebaran
-
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Flek Hitam
-
Mana yang Benar, Pakai Primer Dulu atau Sunscreen Dulu?
-
Apakah Sunscreen Bisa Dipakai di Malam Hari? Ini Penjelasannya
-
Bank BCA Kapan Buka Setelah Lebaran 2026? Ini Tanggal Mulai Operasional Normal
-
Krisis Air Bikin Perempuan Kehilangan Akses Pendidikan, Bagaimana Hubungannya?
-
8 Sepatu Lari Diskon di Sports Station: Adidas, Skechers, hingga Reebok Banting Harga
-
Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia