Suara.com - Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi sorotan pasca mendukung capres dan cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Sorotan ini tentang adab Ahok yang dibandingkan dengan Abdee Slank. Diketahui Abdee Slank rela mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Telkom demi mendukung Ganjar-Mahfud.
Sikap berbeda itu ditunjukkan Ahok. Meski sudah memberikan dukungannya terhadap Ganjar sejak lama, tetapi mantan Gubernur DKI Jakarta ini hingga sekarang masih mempertahankan jabatannya sebagai Komisaris PT Pertamina. Simak riwayat pendidikan Ahok vs Abdee Slank yang adabnya disorot usai dukung Ganjar.
Riwayat Pendidikan Ahok
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah putra daerah Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Dia lahir dan besar di bumi Laskar Pelangi itu hingga menempuh pendidikan di bangku SMP. Ahok tercatat menempuh pendidikan sekolah dasar (SD) di SDN 3 Gantung, Belitung Timur (1977) kemudian dilanjutkan di SMP 1 Gantung, Belitung Timur (1981).
Ahok lalu melanjutkan pendidikan SMA di SMA III PSKD Jakarta. Menariknya, Ahok mengaku sang ayah, Alm. Indra Tjahaja Purnama sempat memintanya untuk menjadi dokter.
Namun, jalan hidup lain dipilih Ahok ketika memutuskan untuk melanjutkan perkuliahan di Universitas Trisakti Jakarta jurusan Teknik Geologi (1990). Dia lalu melanjutkan pendidikan magister di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya dengan konsentrasi Manajemen Keuangan (1994).
Terlepas dari itu, kini sikap Ahok yang masih menjabat sebagai Komisaris BUMN padahal sudah terang-terangan mendukung Ganjar-Mahfud, turut jadi sorotan. Pasalnya, Menteri BUMN Erick Thohir sendiri sudah minta jajarannya untuk netral jelang Pemilu 2024.
Kendati begitu, sikap Ahok itu juga dibela oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga. Menurut dia, tak masalah jika komisaris BUMN menunjukkan dukungannya terhadap pasangan capres-cawapres.
Arya hanya mengingatkan ada larangan yang diberikan kepada para komisaris BUMN adalah untuk tidak melakukan kampanye politik. Dia pun menilai Ahok selama ini tidak melakukan kampanye, sehingga tidak perlu mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Pertamina.
Riwayat Pendidikan Abdee Slank
Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank besar di Donggala, sehingga dia mengenyam pendidikan formal di kawasan Sulawesi Tengah. Sayangnya, belum ada informasi lengkap tentang riwayat pendidikan dari gitaris Slank ini. Hanya saja diketahui dia pernah mengenyam pendidikan di SMP Negeri I Donggala.
Kemudian Abdee pernah berkuliah, tapi hanya selama satu semester di jurusan ekonomi Universitas Tadulako, Palu pada tahun 1988. Setelah itu sesuai cita-citanya sebagai pemusik, Abdee lebih menekuni pendidikan di bidang musik dengan mengikuti kursus di sekolah musik Farabi.
Sementara itu menurut pengakuan Abdee Slank pada awak media, dia telah mengundurkan diri sebagai komisaris Telkom sejak 19 Januari 2024. Keputusan dari Abdee ini diambil seiring dengan langkahnya untuk mendukung pasangan capres cawapres Ganjar-Mahfud pada Pemilu 2024.
Sesuai dengan namanya yakni Abdee Negara, dia ingin mendorong agar kolusi, korupsi, dan nepotisme dihilangkan dari Indonesia. Menurut pendapat Abdee, yang bisa terus menegakkan demokrasi di Indonesia adalah Ganjar-Mahfud.
Bahkan pendapat Abdee itu juga disuarakan oleh anggota Slank lainnya termasuk Kaka, Bimbim, Ivan, dan Ridho. Berkat langkah yang diambil oleh Abdee untuk mundur dari jabatannya itu, banyak yang mengapresiasinya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Abdee Slank Lulusan Apa? Jadi Komisaris Telkom di Era Jokowi Kini Mundur Usai Dukung Ganjar Pranowo - Mahfud MD
-
Koleksi Tunggangan Abdee Slank, Paling Murah Seharga Rp150 Juta
-
Biodata dan Agama Abdee Slank, Adabnya Dibandingkan dengan Ahok Usai Putuskan Dukung Ganjar-Mahfud
-
TPN Ganjar-Mahfud Tantang Prabowo-Gibran Mundur, TKN: Rakyat Rugi, Sulit Cari Tokoh Sepadan
-
Polda Metro Jaya Kembali Panggil Aiman Witjaksono yang Tuding Aparat Tidak Netral di Pemilu 2024
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas