Suara.com - Putri Sultan Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GKR Bendara menuai atensi usai kedapatan jajan di angkringan. Sosoknya menjadi sorotan hingga latar belakang pendidikannya kembali disinggung.
Dalam video yang dibagikan oleh akun TikTok @/gkrhemas.center belum lama ini, terlihat GKR Bendara yang mengenakan kaos polo ungu dan celana jeans tengah memilih makanan yang tersaji di gerobak angkringan.
Tampil kasual, GKR Bendara sesekali nampak menggerakkan badannya ke kiri dan kanan saking asyiknya memilih jajanan yang hendak di beli.
Momen GKR Bendara jajan angkringan dan membaur dengan warga viral setelah videonya beredar di media sosial. Putri bungsu Sultan Jogja ini disanjung karena keramahannya.
Bukan kali pertama merakyat, GKR Bendara sebelumnya juga viral setelah naik becak dari kawasan Malioboro menuju Keraton Jogja hingga mengundang perhatian publik.
Bersamaan dengan hal itu, latar belakang GKR Bendara turut dikulik, termasuk mengenai riwayat pendidikannya. Berikut ulasannya.
Pendidikan GKR Bendara
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri. Wanita yang menginjak usia 38 yahun tersebut memiliki jejak pendidikan yang mentereng.
GKR Bendara mengenyam pendidikan di kampung halamannya di Yogyakarta hingga bangku SMP. Selepas itu, ia hijrah ke Singapura untuk sekolah di International School of Singapore.
Baca Juga: Bertemu Sri Sultan HB X, Anies Minta Restu, Ngaku Putra Yogyakarta
Setelah lulus, GKR Bendara pindah ke Swiss untuk berkuliah. Ia menempuh pendidikan di International Hospitality Management Institute.
GKR Bendara kemudian menikah dengan Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara pada 2011. Setelah menikah, ia melanjutkan pendidikan S2 Napier University di Edinburgh, Skotlandia dengan prodi Warisan Budaya.
Untuk gelar magisternya, GKR Bendara menulis tesis yang mengusung tema mengenai tanah kelahirannya, Yogyakarta.
Itulah riwayat pendidikan GKR Bendara.
Berita Terkait
-
Riwayat Pendidikan GKR Bendara, Lulusan Magister Luar Negeri Santai Jajan Angkringan Pinggir Jalan
-
Merakyat dan Suka Jajan di Angkringan, GKR Bendara Pernah Tak Ngaku Putri Sultan Jogja ke Suami
-
Mengenal GKR Bendara, Putri Sultan Jogja yang Lincah dan Berpendidikan Tinggi
-
GKR Bendara Putri Sultan Jogja Jajan di Gerobak Angkringan, Tingkahnya Menjadi Sorotan Publik
-
Eks Elite Partai Gerindra Analisis Capres yang Sowan ke Sri Sultan HB X: Biasanya yang Datang Pertama Jadi Presiden
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Salah Desil Bisa Pengaruhi Bansos, Dinsos Gunungkidul Buka Jalur Koreksi Data
-
Ulasan Hidayah: Film Horor Mencekam tentang Tobat dan Pengampunan Tuhan
-
Warga Pati Mengadu ke DPR: Hoaks hingga Aksi Ricuh Bikin Investor Takut Masuk
-
Rombongan 5 Mobil Terobos CFD Jakarta, Barrier Dibuka Paksa hingga Pakai Strobo
-
Soal Rekening Aktivis Pati Diblokir, Andre Rosiade: Bank Himbara Tak Mungkin Main Sepihak
-
Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Ubah Total Desain Kamera, Tak Lagi Bawa 4 Lensa
-
10 Taksi Listrik Mengaspal di Semarang, Jateng Mulai Kaji Elektrifikasi Trans hingga Travel
-
Indeks CFX10 Melambung Tinggi ke Level 917,67, Ethreum Lagi Naik Daun
-
MBG Tetap Dibagikan Meski Siswa Pekanbaru Diliburkan Imbas Asap Karhutla
-
167 Bangunan Hangus, Ini 4 Tahap Skenario Pemerintah Pulihkan Desa Adat Sade