Suara.com - Selebgram Rachel Vennya baru saja membagikan pengalaman tak menyenangkan saat menyewa sebuah private vila di Uluwatu, Bali. Rachel mengaku menyewa vila tersebut pada bulan Desember dengan harga Rp25 juta per malam.
Karena ia menyewa 3 malam, maka totalnya adalah Rp75 juta. Tapi karena ada keperluan, ia pun meminta reschedule untuk bulan Februari ini. Rachel juga membayar biaya reschedule Rp15 juta.
Namun saat datang, ia merasa kecewa karena ternyata ada aturan-aturan yang tak dijelaskan sedari awal oleh sang owner. Salah satunya perihal tak boleh mengakses ruang dapur dan ada biaya tambahan lagi jika memakai peralatan dapur.
Karena terus melakukan komplain, sang owner pun meminta Rachel dan kawan-kawannya untuk angkat kaki saja jika tidak setuju dengan aturannya. Bahkan sang owner juga menyindir Rachel karena mampu menyewa private vila tapi membawa mi instan dan minuman sendiri.
Sontak saja pengalaman Rachel itu viral menuai atensi netizen. Banyak yang membela Rachel dan ikut heran dengan sang owner vila.
Namun setelah awalnya hanya mau mengembalikan uang sewa 50 persen, Rachel mengabarkan bahwa pihak owner sudah mengembalikan uangnya 100 persen serta meminta maaf.
Terlepas dari pengalaman tersebut, banyak juga netizen yang dibuat salfok dengan entengnya Rachel Vennya pergi dari vila tersebut. Padahal, harga sewa vila tersebut yang Rp25 juta per malam cukup menguras kantong.
Sebagaimana diketahui, Rachel Vennya merupakan salah satu selebgram Indonesia yang dikenal tajir melintir. Ia memiliki berbagai sumber pendapatan, dan salah satu yang paling besar adalah dari hasil endorsement.
Baca Juga: Tarif Endorse 7 Artis Termahal di Indonesia: Nomor 1 Enggak Nyangka, Raffi Ahmad Bak Butiran Debu
Tercatat hingga Februari 2024 ini, ia memiliki 7,2 juta pengikut di Instagram. Pada 2021 lalu, salah satu akun Twitter (X) yakni @crusiyel membocorkan tarif endorse Rachel Vennya yang fantastis.
Untuk mengiklankan produk melalui fitur Instagram story, Rachel Vennya mematok harga mulai Rp12 juta untuk 1 story Instagram,
Sedangkan untuk Instagram feed dalam bentuk foto dipatok dengan harga Rp45 juta per foto, sedangkan untuk format video dan reels dipatok Rp80 juta untuk satu unggahan.
Tak cuma itu, untuk endorse melalui fitur Instagram Live Rachel Vennya mematok tarif Rp65 juta per jam. Selain endorse lewat Instagram, Rachel juga menawarkan endorse melalui media sosial TikTok dan YouTube yang kabarnya harga satu unggahan berkisar Rp60 juta hingga Rp150 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?