Suara.com - Kemenangan Komeng dalam real count sementara Pemilu 2024 masih menjadi perbincangan hangat. Dengan kemenangan ini, visi misi Komeng jadi caleg DPD mulai dibahas oleh netizen.
Calon DPD RI daerah pemilihan Jawa Barat ini sudah lama dikenal sebagai komedian. Banyak yang menduga, Komeng menang karena ia populer di kalangan anak muda. Bisa dikatakan memang begitu, tetapi penyebabnya bukan karena ia sudah menjadi pejabat yang melakukan perubahan melainkan karena foto yang cukup nyeleneh yang dipasang di surat suara. Ini membuat anak-anak muda tertarik dengannya sampai memperbicangkannya di platform X.
Visi misi Komeng jadi caleg DPD
Penting untuk diketahui visi misi Komeng jadi Caleg DPD. Komeng rupanya ingin mewujudkan hari komedi nasional. Ia juga ingin meningkatkan nilai seni dan budaya sampai bisa 'menjajah' dunia dengan seni dan budaya Indonesia.
Ia berharap seni dan budaya bisa menjadi sumber pemasukan untuk negara. Ia yakin hal itu bisa terjadi jika digarap dengan baik karena Indonesia memiliki suku dan budaya yang sangat banyak. Semua itu bisa jadi kekuatan untuk APBN Negara.
Pemilik nama Alfiansyah Komeng ini sudah mengantongi suara sebesar 1.384.772 suara berdasarkan data KPU, Sabtu, 16 Februari 2024. Perolehan suara tersebut merupakan perolehan suara terbesar untuk kursi DPD RI perwakilan Provinsi Jawa Barat.
Profil Komeng
Sebelum tertarik dengan legislatif, Komeng populer di kalangan masyarakat sebagai komedian. Pria berdarah Sunda-Betawi ini lahir di Jakarta, 25 Agustus 1970. Ia menikah dengan Aprilia Indra Dewi pada 24 September 1999.
Komeng memiliki latar belakang intelektual sebagai lulusan STIE Tribuana, Bekasi, Jawa Barat dengan nilai skripsi A. Selama masih kuliah, Komeng aktif sebagai komedian. Ia memulai karir sebagai komedian dengan mengikuti festival lawak bersama teman-temannya. Mereka membentuk grup lawak "Diamor" pada tahun 1990-an. Grup Diamor terdiriatas Rudi Sipit, Mamo, dan Jarwo Kuat. Mereka saering tampil di berbagai festival.
Baca Juga: Lucu Terus, Ini Hal Pertama yang Bakal Dilakukan Komeng Jika Jadi Senator DPD
Kepopuleran Komeng mulai meningkat lebih luas ketika tampil di layar kaca mengisi acara "Drama Komedi" di TVS. Kemudian ia mendapatkan kontrak kerja mengisi program komedia di TPI tahun 1991 dengan program acara bernama "Kompor Diamor" dan juga "Opera Diamor" di TVRI tahun 1991-1995.
Kepopuleran Komeng semakin melesat ketika membawakan program acara "Spontan" di SCTV pada 1995 sampai 2003 kemudian pindah ke Trans TV tahun 2003 sampai 2004.
Sejak saat itu sampai sekarang, Komeng masih tetap aktif sebagai komedian dan membintangi berbagai program acara televisi, misalnya Gokil, Ramadan, dan Comedy Okdeh.
Di tahun 2023, Komeng memutuskan untuk maju dalam pilihan legislatif bukan karena tidak ada job, melainkan karena ia memiliki visi misi. Dengan visi misi 'menjajah' dunia melalui seni dan budaya serta mewujudkan adanya hari komedian di Indonesia, Komeng berharap bisa berkontribusi positif di kursi DPD.
Demikian itu yang dapat disebutkan dari visi misi Komeng jadi caleg DPD RI.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Lucu Terus, Ini Hal Pertama yang Bakal Dilakukan Komeng Jika Jadi Senator DPD
-
Profesi Mentereng Istri Komeng, Pernah Jadi Model hingga MUA Siti Atikoh
-
Senggol Menteri Pertanian, Komeng: Semua Petani Indonesia Harusnya Kasih Kaca Spion
-
Di Balik Unggulnya Suara Prabowo di IKN: Sebagian Masyarakat Terusir dari Kampung Mereka
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas