Suara.com - Dua tokoh politik ini dikabarkan bakal bersaing kuat demi menjadi pemimpin DKI Jakarta. Publik pun kemudian banyak membahas tentang riwayat pendidikan Ridwan Kamil dan Ahmad Sahroni.
Nama Ridwan Kamil dan Ahmad Sahroni mencuat dalam Pilkada DKI Jakarta setelah terlihat saling sindir. Adu pendidikan Ridwan Kamil vs Ahmad Sahroni pun menarik untuk diketahui.
Ridwan Kamil sendiri diketahui merupakan mantan Gubernur Jawa Barat, dan kini menjabat sebagai Bendahara Umum partai Nasdem. Di sisi lain, Ahmad Sahroni dikenal cukup garang di gedung DPR. Keduanya saling bersahutan di X, dan menjadi perbincangan hangat di netizen.
Riwayat Pendidikan Ridwan Kamil
Memiliki nama lengkap Muhammad Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018 hingga 2923 ini lahir di Bandung, 4 Oktober 1971. Ayahnya bekerja sebagai pengajar di Universitas Padjadjaran, dan sang ibu pengajar di Universitas Islam Bandung.
Kang Emil, demikian ia akrab disapa, bersekolah di SDN Banjarsari III, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP N 2 Bandung. Selanjutnya untuk bangku SMA, sekolah yang menjadi tempat belajarnya adalah SMA N 3 Bandung.
Berbekal ijazah SMA ia kemudian melanjutkan pendidikan ke program S1 Teknik Arsitektur, di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1995 lalu.
Tidak berhenti sampai di sana, Kang Emil masih mengejar gelar master di University of California, Berkeley, Amerika Serikat dan lulus di tahun 2001. Pada masa mengenyam pendidikan di Amerika ini ia juga bekerja di Departemen Perencanaan Kota Berkeley.
Selanjutnya suami Atalia Praratya ini membangun sebuah perusahaan konsultan, dan masuk ke dunia politik pada 2013 lalu. Ia sempat menggunakan jas berwarna kuning dalam karir politiknya sebelum bergabung dengan Partai Nasdem.
Bagaimana dengan Ahmad Sahroni?
Ahmad Sahroni sendiri dikenal luas sebagai seorang pengusaha dan politisi ulung yang berasal dari Partai Nasdem. Orang tuanya berprofesi sebagai penjual nasi Padang di Pelabuhan Tanjung Priok, dan menghabiskan masa sekolah dasar dan sekolah menengah di area Tanjung Priok.
Pendidikan SMA dilewatkan di SMA Negeri Baru Cilincing, yang kini dikenal sebagai SMA N 114 Jakarta. Setelah lulus SMA, ia kemudian bekerja. Gelar S1 baru didapatkan pada tahun 2009, dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa.
Di tahun 2020 lalu, namanya tercatat sebagai alumni program S2 di Stikom InterStudi. Jadi secara pendidikan, Ahmad Sahroni sebenarnya serupa dengan Ridwan Kamil, hanya berbeda tempat kuliahnya saja.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat menjadi sopir truk, staf operasional, direktur, dan kemudian mengembangkan bisnisnya sendiri. Ia terjun ke dunia politik di tahun yang sama dengan RK, 2013, dan masuk di Partai Nasdem untuk maju di pileg 2024. sejak itu, ia bertahan di gedung DPR hingga saat ini.
Itu tadi sekilas adu pendidikan Ridwan Kamil vs Ahmad Sahroni. Semoga menjadi bacaan yang berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Adu Pengalaman Politik Ahmad Sahroni vs Ridwan Kamil, Dua Politikus yang bakal Bertarung di Pilgub DKI Jakarta
-
Adu Kekayaan Ridwan Kamil vs Ahmad Sahroni: RK Lawan Crazy Rich Priok Rebutan Kursi Gubernur DKI
-
Punya Puluhan Mobil, Intip Harta Ahmad Sahroni yang Disebut Bakal Lawan Ridwan Kamil di Pilgub DKI
-
Pendidikan Ridwan Kamil vs Ahmad Sahroni, Bakal Bersaing di Pilgub DKI Usai Adu Baliho?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung