Suara.com - Sosok Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, atau yang biasa dipanggil Gusti Bhre kembali ramai disorot. Hal ini lantaran namanya masuk dalam bursa Wali Kota Solo.
Pemilik nama lengkap Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo ini dinilai potensial untuk melanjutkan kiprah Gibran Rakabuming Raka.
Untuk mengenal lebih dekat sosok penguasa Mangkunegaran ini, berikut sederet fakta menarik Gusti Bhre.
1. Ingin menjadi diplomat
Mungkin belum banyak yang tahu bahwa pria kelahiran 29 Maret 1997 ini awalnya memiliki cita-cita menjadi diplomat. Namun seiring waktu, cita-citanya berbelok menjadi pengacara.
Karena itu, ia mengambil jurusan hukum saat kuliah di Universitas Indonesia. Ia lulus pada 2019 lalu.
2. Mendirikan firma hukum
Sejalan dengan studi dan cita-citanya, Gusti Bhre mendirikan firma hukum bersama kedua rekannya yang dinamai Mangkoenagoro, Dirgantara, Oepangat (MDO).
Disebutkan Gustri Bhre memiliki pengalaman mewakili dan membantu perusahaan domestik maupun multinasional di berbagai industri dan sektor dalam berbagai merger dan akuisisi, serta transaksi perbankan dan keuangan.
Baca Juga: Pantas Masuk Radar Calon Wali Kota Solo, Ini Sederet Prestasi Mangkunegara X
3. Komisaris KAI
Pada 2020 lalu Gusti Bhre ditunjuk menjadi Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang. Penunjukan itu tidak lepas dari sejarah panjang KAI dengan Puro Mangkunegara.
Diketahui Mangkunegara IV pertama kali menginisiasi pembangunan Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Purwosari. Kemudian berlanjut di masa Mangkunegara VII, Stasiun Solo Balapan direvitalisasi.
4. Hobi fotografi
Sebelum sosoknya dikenal luas sebagai raja, Gusti Bhre kerap mengunggah hasil jepretannya di Instagram pribadinya. Terlihat ia sering mengunggah foto-foto bertemakan human interest dan landscape menggunakan berbagai jenis kamera.
5. Seorang mualaf
Sebelumnya Gusti Bhre diketahui beragama Katolik, namun beberapa hari menjelang pengukuhan Gusti Bhre menjadi Mangkunegaran yang baru, ia disebutkan memeluk agama Islam. Sehingga muncul dugaan bahwa ia menjadi mualaf.
Dikabarkan perubahan keyakinan Gusti Bhre ini lantaran Puro Mangkunegaran adalah dinasti Mataram Islam, maka pemimpinnya pun harus seorang muslim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project