Suara.com - Selama bulan Ramadan, banyak warung makan yang dipaksa tutup di siang hari. Saat buka pun, warung-warung ini harus menutupi dagangannya dengan gorden.
Menjual makanan di siang hari saat bulan puasa, bagaimana hukumnya dalam Islam?
Menurut Buya Yahya menjual makanan di siang hari saat Ramadan boleh saja, namun harus mempertimbangkan berbagai hal.
"Menjual makanan dan makan di siang hari di bulan Ramadan itu yang enggak boleh urusannya dengan wajib puasa. Wanita haid boleh makan siang hari di bulan Ramadan, Anda boleh makan di siang hari. Maka jualan makanan di siang hari di bulan Ramadhan itu juga boleh kepada orang yang tidak wajib puasa," kata Buya Yahya di kanal YouTube Al Bahjah.
Hal yang menjadi permasalahan adalah saat menjual kepada orang yang harusnya berpuasa. Hal ini maka sama saja menolong orang yang bermaksiat.
Orang-orang yang tidak wajib berpuasa menurut Buya Yahya adalah anak kecil yang masih harus makan, orang tua yang sakit-sakitan, kemudian ada musafir, ibu-ibu haid, dan lain sebagainya.
"Yang haram adalah menjual makanan di siang hari bulan Ramadhan untuk orang yang wajib berpuasa. Kalau bagi orang yang tidak wajib berpuasa Anda boleh menjualnya," kata dia.
Namun dalam menjual makanan di siang hari di bulan ramadhan penting untuk penjual memberikan tanda-tanda.
"Aturan Anda harus pasti, (orang tersebut wajib puasa atau tidak, jika takut salah) kalau itu jangan jualan. Makanya itu sederhana. Anda masak nasi pagi hari boleh untuk anak kecil, nenek, kakek. Karena umumnya orang berpuasa bagi Anda yang buka warung untuk musafir tapikan ditutup supaya tidak fitnah harus ada tanda-tandanya tulisan kalau Anda musafir boleh. Harus ada tandanya," jelasnya.
Baca Juga: Siap-siap Berburu Fashion Ramadan di Bazzar Deretan Mal Ini, Jangan Ketinggalan
Berita Terkait
-
Menjelajahi Keindahan Ramadan Bersama Si Kecil: Tips Mengajari Anak Berpuasa dengan Penuh Cinta dan Kesabaran
-
Dua Pemain Timnas Indonesia yang Jalani Ramadan Pertama bareng Istri
-
Resep Takjil Unik Untuk Buka Puasa, Kroket Sayur Duck
-
Makna Lailatul Qadar Yang Dipercaya Sebagai Malam Kemuliaan
-
Siap-siap Berburu Fashion Ramadan di Bazzar Deretan Mal Ini, Jangan Ketinggalan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan