Suara.com - Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Yusril Ihza Mahendra mengumpulkan sejumlah pengacara kondang untuk menghadapi gugatan Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun gugatan Pilpres itu diajukan oleh dua lawan Prabowo-Gibran, yakni Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo - Mahfud MD.
Salah dua pengacara kondang yang direkrut Yusril adalah Hotman Paris Hutapea dan Otto Hasibuan. Kehadiran Hotman dan Otto dalam satu meja yang sama pun mencuri perhatian. Pasalnya, dua pengacara kondang ini sempat berseteru dan terlibat perang dingin sejak beberapa tahun lalu.
Namun kini, keduanya duduk di satu meja yang sama demi membela Prabowo-Gibran dalam gugatan Pemilu 2024. Banyak yang menyebut bahwa Otto dan Hotman siap membela pasangan capres dan cawapres terpilih itu secara pro bono atau sukarela tanpa bayaran.
Lalu, berapa sebenarnya tarif yang dipatok Hotman maupun Otto untuk membela kliennya? Simak inilah selengkapnya.
Tarif jasa tim hukum Hotman Paris
Hotman Paris pernah mengungkap bayaran yang ia terima di setiap kasus yang pernah ia tangani. Tam main-main, ia dibayar Rp 100 juta untuk menangani kasus yang terbilang normal. Selain itu, bayarannya bisa lebih mahal dari itu.
"Kalau untuk penanganan kasus, ada yang Rp100 juta untuk 1 letter dalam kasus normal. Tapi biasanya kalau kasus kepailitan, rata-rata dibayar US$100.000 per case hanya untuk di satu tingkat pengadilan perkara," ungkap Hotman dalam acara Mata Najwa beberapa tahun lalu.
Pengacara kondang ini juga menyebut dirinya pernah menerima bayaran hingga Rp170 miliar dalam keseluruhan tingkat perkara.
Tarif jasa tim hukum Otto Hasibuan
Baca Juga: Prabowo-Jokowi bak Playmaker Top: Nendang Bola, Gawangnya Sungkan Kalo Gak Masuk
Sementara itu, nama Otto Hasibuan juga sempat masuk dalam jajaran pengacara di Indonesia dengan bayaran termahal.
Otto sempat mengungkap bahwa dirinya pernah menerima bayaran sebesar $2,5 juta, atau sekitar Rp37 miliar. Bayaran itu diterimanya saat menangani kasus besar Djoko Tjandra beberapa waktu lalu.
Namun, Otto malah akhirnya tidak dibayar oleh pihak Djoko Tjandra. Hal itu membuat Otto menggugat balik Djoko Tjandra karena tidak membayarkan kewajibannya. Otto pun berbalik menuntut Djoko dalam jalur hukum.
Sebelumnya, Otto empat menerima bayaran sebesar Rp 1 miliar di setiap kasus pidana yang ditangani. Namanya sendiri mulai dikenal luas setelah menjadi pengacara terdakwa kasus kopi sianida Jessica Wongso. Kendati demikian, dalam membela Jessica, Otto rela melakukannya secara pro bono atau sukarela.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Prabowo-Jokowi bak Playmaker Top: Nendang Bola, Gawangnya Sungkan Kalo Gak Masuk
-
Sempat Menghilang, Pria yang Beri Kado Kain Kafan Buat Prabowo Kembali Aktif di Medsos
-
Belum Juga Sidang MK, Gugatan Pilpres Timnas AMIN dan Ganjar-Mahfud Langsung Gugur?
-
Tangan OC Kaligis Dihempas Mayor Teddy Saat Rangkul Prabowo, Adab Ajudan Jadi Sorotan Lagi
-
Resmi Jadi Wapres, Gibran Rakabuming Raka Minta Hal Tak Terduga Ini kepada Gus Miftah
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang
-
Kejagung Periksa Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Lima Mangkir dari Panggilan
-
Surat dari Pram: Kumpulan Surat untuk Sang Terkasih, Jenaka Aryadiningrat
-
Memahami Institusi Pendidikan di Era Digital, Jangan Hanya Percaya Hasil Pencarian