Suara.com - Ketiga calon presiden alias capres 2024 yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo kini kembali 'bertarung' dalam sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) melalui gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Adapun kini sosok Prabowo Subianto sebagai capres yang menjadi 'pemenang' Pilpres 2024 versi Komisi Pemilihan Umum 'diserbu' oleh Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang keduanya menyatakan tak terima atas hasil tersebut.
Baik Anies, Prabowo, hingga Ganjar telah menyiapkan tim hukum mereka.
Lantas, siapa dari antara tim pengacara Anies, Prabowo, dan Ganjar yang terkuat?
Tim pengacara Anies Baswedan: Minta Gibran didiskualifikasi
Anies Baswedan menyatakan pihaknya telah berencana untuk mengugat hasil Pilpres 2024.
"Semua opsi terbuka, nggak ada yang tertutup. Tidak ada jalur yang opsinya ditutup. Semua terbuka, kita hormati semua," beber Anies Baswedan kepada awak media di Jakarta Pusat,Sabtu (24/2/2024).
Salah satu poin utama gugatan Anies tak lain meminta agar MK mendiskualifikasi cawapres dari Prabowo Subianto, yakni Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Tim Hukum Nasional Anies-Muhaimin (AMIN), Ari Yusuf Amir mengungkap bahwa Anies telah membentuk tim hukum dalam rangka memenangkan gugatan itu.
Ari akan memimpin tim tersebut demi Gibran bisa didiskualifikasi dari hasil Pilpres tersebut.
"Sudah (disusun tim), akan dipimpin Ketua THN (Tim Hukum Nasional) AMIN," beber Ari.
Ari membeberkan bahwa tim hukum Anies meliputi 190 orang.
Tim pengacara Prabowo: 45 orang bakal pasang badan
Prabowo di satu sisi mengerahkan pasukan tim hukumnya untuk membela dirinya atas gugatan tersebut.
Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra dalam keterangannya di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024) mengungkap akan ada 45 pengacara dalam tim hukum Prabowo-Gibran.
Berita Terkait
-
Sosok Ini Sejak Awal 2023 Yakin Anies dan Ganjar Tak Akan Kuat Lawan Prabowo: Ada Peran Mayor Teddy
-
Beda Cara Bobby Nasution dan Anies Baswedan Saat Tutup Tempat Hiburan Malam, Ada yang Menyamar hingga Cukup Tandatangan
-
Anies Baswedan Dikritik saat Baca Buku di MRT, Netizen: Orang Indonesia Belum Cocok Dikasih Pemimpin Cerdas
-
Gus Miftah Sebut Jalan Surga Buat Pendukung Prabowo Sangat Terbuka, Kok Bisa?
-
Ganjar Pranowo: Apakah MK Bisa Kembali Menjadi Benteng Demokrasi dan Konstitusi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim