Suara.com - Memahami serta memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan karyawan adalah salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas. Bahkan hal ini juga dapat memengaruhi citra perusahaan dengan cara yang positif.
Ada berbagai cara untuk memenuhinya, salah satunya adalah dengan menciptakan lingkungan yang mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan seluruh karyawan.
Hal inilah yang membuat International WELL Building Institute (IWBI) mencetuskan sertifikasi WELL, sistem pemeringkatan global yang mengakui bangunan yang dirancang dan dibangun untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan penghuninya.
Sertifikasi WELL hadir untuk menjadi peta jalan bagi organisasi yang ingin meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia di satu lokasi, dengan mengevaluasi kinerja bangunan terhadap keberlanjutan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Sebab, menurut penelitian yang dilakukan WELL, perusahaan yang berinvestasi dalam strategi kesehatan dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kinerja dan peningkatan keuntungan finansial.
Beberapa di antaranya adalah bangunan tersebut memiliki udara lebih baik untuk dihirup, memastikan airnya aman untuk diminum, dapat mengurangi kelelahan, meningkatkan tidur dan kesejahteraan kognitif, meningkatkan keberagaman, kesetaraan dan inklusi serta bisa mengatasi beragam kebutuhan tenaga kerja hybrid, jarak jauh, dan tatap muka.
Di Indonesia, kantor JLL Indonesia menjadi tempat kerja pertama yang berhasil meraih sertifikasi WELL Platinum. Sebagai akreditasi dengan predikat tertinggi yang dikeluarkan oleh Green Business Certification Inc. (GBCI), penghargaan ini membuktikan komitmen JLL Indonesia dalam memprioritaskan kesejahteraan karyawannya serta memupuk budaya keberlanjutan di tempat kerjanya.
Di mana, JLL Indonesia berhasil melampaui standar persyaratan dengan memprioritaskan kesejahteraan karyawan sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan nyaman.
Farazia Basarah, Country Head, JLL Indonesia, mengatakan meraih sertifikasi WELL Platinum merupakan momen yang membanggakan bagi JLL Indonesia. Ini menegaskan komitmen perusaannya untuk menciptakan lingkungan yang mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan seluruh karyawan.
Baca Juga: BRImo: Satu Aplikasi untuk Semua Kebutuhan Bayar Tagihan Rumah Tangga
"Dengan pencapaian ini, kami menunjukkan kesungguhan kami untuk membangun lingkungan berkelanjutan yang tidak hanya inklusif dan memenuhi standar industri, tetapi juga melebihi standar yang ada selama ini. Ini juga merupakan bukti nyata kerja keras dan kontribusi kami untuk menaikkan standar kesejahteraan tempat kerja di Indonesia," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara