Suara.com - Harvey Moeis, suami Sandra Dewi resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (27/3/2024). Harvey terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 sampai 2022.
Harvey keluar dari Gedung Kejagung di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengenakan rompi tahanan warna pink khas Kejagung dengan tangan diborgol. Dia akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan terhitung sejak ditetapkan sebagai tersangka.
Menariknya, Harvey Moeis malah digunjing netizen terkait penampilannya ketika ditahan oleh staf Kejagung. Menurut netizen, suami Sandra Dewi itu terlihat stylish memakai rompi pink khas Kejagung.
Lantas apa alasan rompi tahanan Kejagung warna pink? Simak ulasan berikut ini.
Alasan Rompi Tahanan Kejagung Warna Pink
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Maruli S Hutagalung pernah menjelaskan mengenai pemilihan warna pink untuk rompi tahanan Kejagung.
"Warna pink sesuai warna pidana khusus Kejagung," ujar Maruli pada tahun 2015 lalu.
Maruli mengatakan pemilihan warna pink itu adalah identitas dari pidana khusus Kejagung. Rompi tahanan itu warna pink dengan garis hitam serta tulisan 'Tahanan' di bagian punggungnya.
Berkas-berkas dari Jampidsus berwarna pink atau merah muda. Sebagai pembeda, berkas-berkas dari pidana umum berwarna merah tua.
Selain itu dalam persidangan, para terdakwa pidana umum biasanya memakai rompi warna merah tua. "Bukan karena ada apa," imbuh Maruli.
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Sarjono Turin juga pernah menceritakan asal usul baju tahanan warna pink yang dipakai oleh tahanan khusus Kejagung. Sarjono awalnya menginisiasi baju tahanan khusus bidang pidana khusus di tahun 2015 silam.
Sarjono sewaktu masih menjabat sebagai Kasubdit Tipikor Jampidsus mengusulkan ke Direktur Penyidikan pada Jampidsus yang dulu dijabat Maruli S Hutagalung. Setelah itu dia juga mengusulkan ke Jampidsus yang saat itu dijabat oleh Widyo Pramono.
Ketika disetujui, Sarjono meminta anak buahnya untuk membuat pola baju tahanannya dan mencari tukang jahitnya. Kemudian desain baju tahanan itu terdapat tulisan 'Tahanan' dan bewarna merah muda sesuai dengan bidang pidana khusus.
Sarjono sebelumnya adalah mantan jaksa KPK yang bertugas dari tahun 2004-2011. Dia bersyukur idenya hingga saat ini untuk baju tahanan bidang pidana khusus Kejagung tetap dipakai.
Pria yang akrab disapa Turin ini mengatakan pemilihan warna rompi tahanan warna pink itu sesuai dengan warna satuan kerja Kejagung.
"Filosofi tahanan penyidikan tindak pidana korupsi di gedung bundar kenapa memakai baju rompi warna pink karena disesuaikan warna satker yang ada di lingkungan Kejaksaan Agung," ungkap Sarjono di tahun 2015 silam.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Istri Konglomerat, Ini 15 Bisnis Sandra Dewi yang Membuatnya Semakin Kaya
-
Harganya Tembus Rp25 M, Ini Kado Terakhir Harvey Moeis untuk Ultah Sandra Dewi sebelum Ditangkap
-
Alasan Sandra Dewi Ogah Pamer Harta, Kini Suami Tersandung Korupsi Rp217 Triliun
-
Suami Jadi Tersangka Korupsi, Peran Sandra Dewi Sebagai Istri Harvey Moeis Dipertanyakan
-
Deretan Barang Mewah Suami Sandra Dewi yang Kini Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Punya Jam Tangan Harga Rp2 M!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali