Suara.com - Artis Nirina Zubir sempat cekcok dengan pengacara mantan asisten rumah tangga (ART) almarhumah ibunya, Riri Khasmita dalam kasus mafia tanah. Ketika sudah beradu mulut, pengacara mafia tanah itu sampai berteriak kepada Nirina dengan pertanyaan "Siapa anda di republik Ini?".
Pasca video cekcok itu viral, Nirina Zubir menunjukkan sikap balasan yang menuai pujian. Ia membuat video untuk menjawab pertanyaan pengacara mafia tanah tersebut. Pada video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, bintang film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film itu terlihat tenang saat menjelaskan nama lengkapnya
"Perkenalkan pak, nama saya Nirina Raudatul Jannah. Tapi kalau di dunia entertainment orang tahunya saya, Nirina Zubir," ujar Nirina dengan santun memperkenalkan dirinya.
Ia melanjutkan, "Zubir itu nama bapak saya, pak. Saya bangga sama bapak saya, makanya saya pakai nama Nirina Zubir. Harapannya juga saya bisa membuat bapak saya bangga juga sama saya," ujarnya lagi.
Diketahui nama ayah Nirina merupakan Zubir Amin. Sosoknya bukan orang sembarangan di Indonesia karena semasa hidupnya pernah menjabat di posisi pemerintahan sebagai seorang diplomat. Jabatannya terakhir sebelum pensiun dari karier diplomatik, Zubir sebagai Konsul Jenderal (Konjen) RI di Marseille, Prancis.
Mendiang Zubir itu memulai kariernya sebagai pegawai Departemen Agama (1971-1973). Kemudian masuk ke Departemen Luar Negeri sejak tahun 1973 hingga pensiun. Karir diomat dia mulai sebagai Kepala Seksi Eropa I, Dirhub Sosbud.
Dirjen Hubungan Ekososbud Luar Negeri, setelah itu beberapa pos di KBRI mulai ditempatinya, seperti Madagaskar (1979-1982), Turki (1982-1984). Tahun 1984-1986, ia ditarik ke Jakarta, sebagai Kasubdir Tenaga Asing Direktorat Konsuler.
Tak lama di Indonesia, Zubir diangkat sebagai Kabid Penerangan KJRI Hongkong (1986-1990). Kemudian kembali menempati Kasubdir Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Direktorat Amerika, Deplu (1990-1993). Setelah itu ia diangkat sebagai Kabid Politik KBRI Beijing sampai tahun 1997.
Ayah Nirina sempat ke tanah air sebagai Kapus Dokumentasi dan Perpustakaan (1997-1998), kemudian menjabat Sekretaris Balitbang Deplu (1998-2000). Berikutnya dilantik sebagai Konsul Jenderal (Konjen) RI di Marseille, Prancis, hingga pensiun pada 2003.
Baca Juga: Profil Riri Khasmita, Mantan ART Ibu Nirina Zubir yang Gugat Balik Soal Sertifikat Tanah
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan