Suara.com - Kinerja sosok Askolani sebagai Direktur Jenderal alias Dirjen Bea Cukai Republik Indonesia kini makin disorot. Sebab, pihak Bea Cukai sempat menuai polemik atas beberapa kebijakan yang kontroversial.
Baru-baru ini, pihak Bea Cukai sempat menahan alat pembelajaran yang diperuntukkan bagi sebuah Sekolah Luar Biasa di Jakarta.
Adapun di tengah kontroversi kebijakan Bea Cukai yang bikin Menteri Keuangan Sri Mulyani pusing, harta kekayaan Askolani ikut menjadi sorotan warganet,
Lantas, berapakah gaji Askolani sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai? Berapa harta yang ia nikmati sepanjang kariernya?
Gaji Askolani: Dapat tunjangan melimpah ruah
Askolani yang menjabat sebagai pejabat Bea Cukai sejatinya adalah seorang aparatur sipil negara alias ASN.
Gaji ASN di Tanah Air diatur oleh perundang-undangan, lebih spesifiknya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.
Gaji ASN punya jumlah yang beragam sesuai dengan pangkat dan golongan jabatan.
Jabatan terendah ASN di Bea dan Cukai digaji dengan upah sebesar Rp1.486.500 - Rp2.224.600. Lalu untuk jabatan ASN tertinggi berada dalam angka Rp3.422.100 - Rp5.620.300.
Baca Juga: Cakra Khan Kena Denda Bea Masuk Sampai Rp21 Juta Gara-gara Jaket Impor
Askolani juga menerima hak istimewa berupa berbagai tunjangan, termasuk tunjangan kinerja alias tukin.
Tukin ASN Bea Cukai beragam jumlahnya dari yang terendah yakni Rp5.361.800 dan yang tertinggi adalah Rp117.375.000.
Harta kekayaan Askolani: Jumlahnya fantastis
Publik menilai sungguh ironis jika Askolani kantongi harta yang melimpah namun Bea dan Cukai menunjukkan performa yang minim.
Lantaran menjabat sebagai petinggi Bea Cukai, Askolani diwajibkan untuk melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai upaya transparansi kekayaan.
Kala memeriksa laporan kekayaan Askolani, publik tercengang lantaran jumlahnya mencapai Rp51,8 miliar.
Berita Terkait
-
Sri Mulyani Santai Ngopi di Paris Saat Hari Buruh, Netizen Colek soal Kasus Bea Cukai
-
Harta Dirjen Bea Cukai Askolani: Mobil Paling Murah Setara Gaji 100 Orang UMR Banjarnegara
-
Komentar Kocak Warganet Usai Jerome Polin Minta Maaf Karena Timnas Indonesia Kalah: Tolong Dukung Bea Cukai
-
Timnas Indonesia U-23 Gagal Juara, Netizen: Takut Pialanya Ditahan Bea Cukai
-
Daftar Kasus Viral Bea Cukai, Bikin Sri Mulyani Pusing sampai Turun Tangan
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
-
Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen
-
Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat
-
Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026
-
Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat
-
Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'
-
Pakar Beberkan Rahasia Merek Bertahan Puluhan Tahun di Tengah Persaingan Ketat
-
Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan
-
Nekat Tampil Usai Cedera, Pebalap Muda Indonesia Siap 'Siksa' Honda NSF250R di Sirkuit Sepang
-
Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas