Suara.com - Timnas Indonesia U-23 harus menelan pil pahit karena gagal meraih posisi ketiga di Piala Asia U-23 2024. Dalam pertandingan yang digelar di Abdullah bin Khalifa Stadium pada Kamis, (2/5/2024) lalu, skuad Garuda Muda takluk di hadapan Timnas Irak dengan skor 2-1.
Di balik pertandingan tersebut, performa kiper kedua tim menjadi perhatian publik. Mereka adalah Jalal Hassan kiper Timnas Irak dan Ernando Ari kiper Timnas Indonesia.
Tak sedikit warganet yang mulai penasaran dan mencari tahu mengenai sosok keduanya, termasuk penghasilannya dari lapangan hijau.
Di awal pertandingan, tim asuhan Shin Tae-yong sempat memimpin lebih dulu lewat gol Ivan Jenner pada menit ke-19. Namun akhirnya Irak berhasil menekuk timnas Indonesia lewat tendangan Zaid Tahseen dan Ali Jasim Elaibi.
Kemenangan itu sekaligus membuat Timnas Irak berhasil merebut tiket ke Olimpiade Paris 2024, dengan posisi ketiga.
Sementara Timnas Indonesia masih memiliki kesempatan terakhir untuk lolos ke Olimpiade Paris, lewat playoff, melawan Guinea pada 9 Mei mendatang.
Lalu berapakah gaji yang diterima Jalal Hassan dan Ernando Ari dari profesinya sebagai pemain sepak bola? Berikut ulasannya.
Penghasilan Ernando Ari
Karier Ernando Ari sebagai pesepakbola dimulai ketika ia bergabung dengan Persebaya Junior pada 2018 lalu. Dan pada 2021, ia menjadi bagian dari tim Persebaya senior.
Baca Juga: Adu Harga Pasar Timnas Indonesia U-23 vs Guinea, Langkah Garuda Makin Berat?
Selama bermain dengan Timnas Indonesia, Ernando pernah merumput dengan skuad U-17, U-19 dan U-23. Namanya mulai dikenal publik setelah ia berhasil membawa Timnas Indonesia pada kejuaraan Piala AFF U-16 2018.
Dan pesepakbola berusia 22 tahun itu sempat dinobatkan sebagai Man of The Match ketika Timnas Indonesia U-23 menjamu Timnas Korea Selatan U-23.
Performanya juga menjadi salah satu bagian terpenting pada kemenangan Garuda Muda di ajang Sea Games 2023 silam.
BIcara soal penghasilan, mengutip data di Transfermarkt, pada 2021 lalu Ernando memiliki harga pasaran tertinggi, yakni Rp2,61 miliar.
Angka itu meningkat pada 22 Juli 2022 menjadi Rp3,04 miliar. Sementara pada 2023, harga pasaran Ernando menjadi Rp3,91 miliar.
Dan pada 2024, pasaran tertinggi kiper timnas Indonesia itu dibanderol dengan angka Rp4,35 miliar.
Berita Terkait
-
Adu Harga Pasar Timnas Indonesia U-23 vs Guinea, Langkah Garuda Makin Berat?
-
Performa Timnas Indonesia U-23 Anjlok saat Dibungkam Irak, STY Sindir PSSI?
-
Lagi-lagi Shin Tae-yong Ungkap Kekesalannya Terhadap Wasit Usai Timnas Indonesia U-23 Dikalahkan Irak
-
Beda Gaji Marselino Ferdinan dan Nathan Tjoe-A-On: Pemain yang Dianggap Egois vs Heroik
-
Sisa Satu Peluang Lolos ke Olimpiade 2024, STY Janji Bakal Berupaya Keras
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung