Suara.com - Video Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sedang memperlihatkan rumah dinasnya di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang sudah selesai dibangun viral di media sosial. Banyak yang menggunjing penampakan rumah dinasnya tersebut yang terlihat mewah.
Seperti melansir dari unggahan akun X @/adarwis pada Rabu (8/5/2024), tampak video ketika Basuki Hadimuljono menunjukkan rumah dinasnya di IKN Nusantara yang sudah selesai dibangun dan segera ditempati olehnya.
"Unboxing rumah menteri di IKN," tulis pengunggah video.
Rumah dinas tersebut tampak begitu mewah, megah, dan dilengkapi dengan fasilitas modern, salah satunya adalah smart door lock yang membuat menteri PUPR itu sempat terlihat kebingungan ketika hendak membukanya.
"Gimana ini caranya," kata Basuki kesusahan membuka pintu.
Basuki Hadimuljono mengatakan jika rumah dinasnya di IKN Nusantara ini terdiri dari 4 kamar tidur. Rumahnya pun dibangun dengan material yang berasal dari dalam negeri, kecuali sistem pintu masuknya.
Momen Menteri PUPR ini menunjukkan penampakan rumah dinas mewahnya di IKN Nusantara ini tentu saja langsung menyita perhatian warganet. Namun, banyak warganet yang justru melontarkan komentar negatif.
"Beberapa kali lihat yang di-posting tentang IKN adalah kemewahan rumah pejabatnya. Sepertinya kok rada-rada tone deaf tentang ketimpangan sosial yang ada ya," komentar warganet.
"Nah gini dong. Kan pejabat kita harus happy, difasilitasi rumah mewah, gaji gede, harus sejahtera. Kalau rakyat mah urusan nanti," ujar warganet.
Baca Juga: Intip Rumah Dinas Menteri di IKN: Komponen Tidak TKDN Cuma Satu Item
"Sederhana tapi rakyat marah. Uang pajak aku akhirnya menjadi rumah mewah. Dan aku hanya bisa mencicil rumah subsidi selama 20 tahun," imbuh warganet.
"Alhamdulillah hidup enak sudah diwakilkan," timpal warganet.
"Konon di negara konoha rakyat yang bayar pajak, pejabat yang nikmatin fasilitas mewah," kata warganet.
"Uang pajak untuk membiayai fasilitas pejabat. Cakep! Boleh dong rakyat nginap sebentar di sana," ucap warganet.
"Mereka yang unboxing gue yang malu, tamak banget. Bukan kepentingan rakyat dulu malah kepentingan negara," komentar warganet lainnya lagi.
Berita Terkait
-
Intip Rumah Dinas Menteri di IKN: Komponen Tidak TKDN Cuma Satu Item
-
IKN Gunakan Transportasi Cerdas, Sebentar Lagi Uji Coba Kereta Otonom Sampai Taksi Terbang
-
IKN Peroleh Dana Hibah Pembangunan Smart Forest City dari Lembaga Independen Amerika Serikat
-
Bahlil Jamin Investor Lokal Diutamakan dalam Pembagunan IKN
-
Kepindahan IKN Dorong Pertumbuhan Mall di Jakarta
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung
-
Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok
-
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim
-
MBG Telan Korban, BGN Naikkan Status Kasus dan Sanksi Tegas Pelaku