Suara.com - Curhatan seorang ibu tentang NIK sang anak viral di media sosial. Bagaimana tidak, NIK anaknya yang masih kecil itu mendadak dibekukan. Ibu ini mengaku bahwa ia dan anaknya tinggal di DKI Jakarta.
Kasus ini menjadi sorotan setelah dibagikan sang ibu lewat akun X @fal******nda. Dalam cuitannya, ibu ini mengaku mendapatkan kabar bahwa NIK sang anak sudah dibekukan.
Kabar ini tentu membuatnya kaget, mengingat anaknya masih kecil. Apalagi, NIK dirinya dan suami juga masih aman dan tidak dibekukan.
Alhasil, lanjut ibu ini, ia harus segera mengurus berkas kependudukan. Jika tidak, tentu anaknya tidak terdaftar sebagai penduduk DKI Jakarta.
"Tiba-tiba dikabarin NIK anak gua dibekuin. NIK anak gua. Tapi gua ama bapaknya aman. Terus untuk recover-nya perlu berkas kependudukan. Anak gua coy, makan ayam aja masih minta disuwirin," curhat ibu ini dengan kesal.
Dalam kolom komentar, sang ibu juga membalas sejumlah cuitan warganet. Ia juga mengaku sangat lelah dengan kebijakan aneh Pemerintah Kota Jakarta.
"Asli lelah banget dan super gak jelas," tambahnya.
Sebagai informasi, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memang sempat mengumumkan bahwa pihaknya akan menonaktifkan NIK warga Jakarta. NIK yang akan dinonaktifkan adalah milik warga yang sudah tidak berdomisili lagi di Jakarta.
Kebijakan Heru Budi ini tentu langsung memicu kontroversi. Tak sedikit warganet yang langsung menuliskan beragam kritik dan keluhan mengenai kebijakan terbaru tersebut.
Baca Juga: Gugatan Dikabulkan, Nurul Ghufron Ingatkan Dewas KPK Patuhi Putusan PTUN
"Heru Budi ada aja gebrakannya," sahut warganet.
"Sekeluarga besar aku kena semua, teh. Yang gak kena cuma keluarga kecil aku karena kita baru bikin KK belum ada 6 bulan. Emang aneh banget ini urusan NIK," curhat warganet.
"Ini perkara NIK kayak dibikin-bikin gak sih, biar apa coba? UUD juga ni buat aktifin," keluh warganet.
"Terima kasih pak Heru Budi, semua ini terjadi berkat Heru Budi," celetuk warganet.
"Dibekuin itu berarti gak dianggap warga Indonesia untuk sementara ya?" tanya warganet.
"Anak ibu mungkin terindikasi ada pembicaraan untuk menggulingkan pemerintahan bersama teman PAUD nya," canda warganet.
"Wah kebijakan Pj Heru ya, yang mau bekuin NIK warga yang ga tinggal di DKI. Damn," tambah yang lain.
Berita Terkait
-
Gugatan Dikabulkan, Nurul Ghufron Ingatkan Dewas KPK Patuhi Putusan PTUN
-
Tak Masuk Sekolah Negeri Bisa Daftar ke Swasta, Pemprov DKI Siapkan 8.426 Kuota PPDB Bersama
-
Cara Pengajuan dan Aktivasi Akun PPDB Jakarta 2024, Simak Langkah-langkah dan Jadwalnya
-
Akun Facebook Pelaku Utama Kasus Vina Cirebon Terbongkar! Begini Isi Statusnya
-
Sopir Angkot di Karawang Tak Terima Diklakson hingga Ajak Duel Sopir Taksi Online: Entar juga Nangis
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan