Suara.com - Botol Aqua jadi pencemar sungai terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2023, berdasarkan data yang dirilis oleh Komunitas Sungai Watch. Kenyataan ini membuat publik miris, pasalnya sampah botol plastik butuh waktu hingga 450 tahun agar bisa terurai loh.
Data 2024 Komunitas Sungai Watch merilis hasil audit lingkungan dan mendapatkan ada lebih dari 537 ribu sampah plastik di sungai Jawa Timur dan Bali. Dari total sampah plastik itu, botol plastik Aqua keluaran Danone menyumbah sampah plastik terbanyak yakni mencapai lebih dari 39 ribu keping sampah.
Sampah botol plastik berikutnya disusul botol minimal Golda Coffee milik brand Wings, dengan total lebih dari 33 ribu keping sampah.
Data Sungai Watch juga menunjukkan bahwa bahwa produsen air mineral milik Danone Indonesia ini sudah tiga kali berturut-turut menjadi penyumbang sampah plastik nomor satu di Indonesia atau sejak 2021, 2022 dan 2023.
"Produk nomor satu yang kami temukan di sungai-sungai Indonesia adalah botol Aqua sekali pakai dan botol PET mereka," sebut temuan mereka dikutip Rabu, 22 Mei 2024.
Mirisnya melihat ini banyak masyarakat yang menganggap remeh hal tersebut, padahal sampah plastik seperti botol kemasan ini akan sangat sulit terurai oleh alam. Ini karena botol plastik terbuat dari bahan kimia yang tidak bisa dikonsumsi oleh bakteri.
Melansir Save Money Cut Carbon, Jumat (24/5/2024) diakui semua jenis plastik bisa terurai secara alami, tapi prosesnya butuh waktu bertahun-tahun. Apalagi khusus plastik berbahan PET polyethylene terephthalate cenderung tidak mudah terurai.
Ini karena agar bisa terurai, harus ada bakteri yang mengonsumsinya lalu mengubahnya menjadi materi sederhana yang bisa diproses alam. Sayangnya PET terbuat dari bahan kimia yang tidak bisa dikonsumsi bakteri.
Butuh waktu setidaknya 450 tahun untuk bisa mengurai satu botol plastik yang dibuang ke tempat sampah. Sehingga alih-alih mengandalkan bakteri, plastik oleh alam akan dipecah melalui proses fotodegradasi, yaitu dimana radiasi UV dari sinar matahari akan memecah plastik menjadi potongan kecil seiring berjalannya waktu.
Baca Juga: CCTV Rekam Aksi 'Orang Pusing' Curi Tumpukan Kursi Plastik di Lapak Pedagang Tanjung Priok
Namun timbunan sampah terus menerus ini akhirnya membuat proses ini sulit dicapai. Apalagi tempat pembuangan sampah bersifat padat dan berulang kali tertimbun tanah setiap hari, sehingga sinar matahari hampir tidak punya waktu untuk memecah sampah tapi sampah baru terus ditambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir
-
Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat
-
Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen
-
Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi
-
Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang
-
3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral