Suara.com - Belum lama ini Devano Danendra membongkar alasan mengapa dia mentato tubuhnya. Rupanya hal itu berkaitan dengan depresi yang sempat dialaminya.
Anak Iis Dahlia ini sempat mengidap depresi hingga membuatnya sering menyakiti diri sendiri. Setelah membuat tato, rupanya keputusan itu mampu membantu dirinya bertahan hidup.
Saat hadir di podcast Kemal Palevi, bintang film Malam Pencabut Nyawa itu mengatakan bahwa rasa sakit yang ditimbulkan saat membuat tato justru menjadi kenikmatan baginya.
"Tato tuh apa ya, menurut gue adalah hal yang menyenangkan dibanding kita menyakiti yang lain gitu. Menato tuh rasa sakit yang paling menyenangkan," ungkap Devano, dikutip Selasa (28/5).
"Kenapa gue nato ya daripada gue ngutting (melukai diri-sendiri), mending tato, sama rasanya," sambungnya.
Viralnya pengakuan Devano perihal tato itu membuat Iis Dahlia pun angkat bicara. Saat hadir di acara FYP, Iis sendiri nampak tak setuju dengan keputusan Devano membuat tato.
Terlebih tato yang dibuat Devano membuatnya heran. "Itulah. Udah gitu banget jelek banget lagi tato nya. Lo tahu gak tato nya apa B 115 SD, nomor mobil gue,," kata Iis Dahlia, dikutip dari kanal YouTube Trans7 Officia.
Sebagai ibu, Iis khawatir putranya akan menyesal di kemudian hari. Ia juga berharap agar Devano tak menambah jumlah tatonya.
"Dek nanti kamu kalau udah tua nyesel, nanti hapusnya sakit kan. Aku udah ngomong, 'jangan nambah lagi ya dek'," sambung Iis.
Baca Juga: Ria Ricis Curhat Anak Belum Lancar Bicara, Reaksi Iis Dahlia Tuai Pujian
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan