Suara.com - Kebijakan pemerintah yang akan memotong gaji pekerja swasta dan pekerja mandiri (freelancer) sebesar 2,5 persen untuk tabungan perumahan rakyat (Tapera) menuai kontroversi.
Tak hanya kalangan pekerja, pengusaha juga menolak aturan tersebut, lantaran 0,5 persen dari Taperan dibebankan pada pengusaha.
Aturan mengenai Tapera tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang keluar pada 20 Mei 2024 lalu.
Penggalangan dan pengelolaan dana iuran Tapera akan dilakukan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Lembaga itu dipegang oleh Komite Tapera yang beranggotakan lima orang. Tiga dari lima anggotanya adalah menteri Jokowi yang hingga kini masih bertugas di kabinet. Mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.
Anggota komite bertugas untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan umum dan stategis dalam pengelolaan Tapera, melakukan evaluasi pengelolaan Tapera, melakukan pengawasan dan pelaksanaan tugas BP Tapera, dan melaporkan hasil evaluasi pengelolaan Tapera kepada presiden.
Seperti apakah sepak terjang mereka selama ini? Berikut ulasannya
Sri Mulyani Indrawati
Pada 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di dunia oleh majalah keuangan The Banker. Penghargaan itu tepatnya bernama Finance Minister of The Year 2019 Global and Asia Pacific.
Baca Juga: Uus Kritik Potongan Gaji Tapera Dibungkus Komedi, Banyak yang Sepaham
Tak hanya sekali, Sri Mulyani, selama kariernya sebagai menteri keuangan, ia telah beberapa kali menerima penghargaan serupa, baik tingkat dunia maupun negara kawasan.
Menteri keuangan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 itu pertama kali mendapatkan penghargaan pada September 2006.
Ia dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia, dalam sidang tahunan Bank Indonesia dan IMF di Singapura, oleh Emerging Market Forum.
Masih di tahaun 2006, Sri Mulyani kembali mendapatkan penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik dari majalah Eoru Money.
Ia dinilai memiliki sejumlah prestasi sejak pertama kali dilantik menjadi bendahara negara oleh Presiden SBY pada 5 Desember 2006. Di antaranya ia dianggap berhasil menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiscal yang prudent, serta menurunkan biaya pinjaman.
Selain di pemerintahan, Sri Mulyani juga pernah bekerja di lembaga keuangan dunia. Pada 2002 ketika ia terpilih menjadi Executive Director IMF.
Berita Terkait
-
Uus Kritik Potongan Gaji Tapera Dibungkus Komedi, Banyak yang Sepaham
-
Sri Mulyani dan Basuki Jadi Anggota Pengawas BP Tapera
-
Kiky Saputri Kritik Potongan Gaji Tapera, Bukti Pendukung Keberlanjutan Program Jokowi Tetap Boleh Kritis
-
5 Kontroversi Kiky Saputri, Terbaru Kritik Iuran Tapera 'Tabungan Penderitaan Rakyat'
-
Berapa Kekayaan Kiky Saputri? Eks Guru Honorer Kini Sentil Iuran Tapera, Tapi Berakhir Dirujak
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok