Suara.com - Merintis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan, penelitian terbaru menemukan hanya 1 persen dari total 63 juta UMKM di Indonesia yang mampu berkembang. Kenapa ya bisa seperti itu?
Penelitian Sustainability Report 2023: Prosperity Beyond Borders yang dirilis Evermos mengatakan hanya sedikit UMKM yang mampu berkembang tidak lepas dari berbagai hambatan yang dialami selama menjalankan usahanya, seperti akses distribusi karena Indonesia merupakan negara kepulauan.
"Terdapat 63 juta UMKM di Indonesia. Namun, hanya 1 persen dari angka tersebut yang mampu berkembang, dari sebelumnya pengusaha mikro, menjadi pengusaha skala kecil hingga medium," ujar Co-founder & Chief of Sustainability Evermos, Iqbal Muslimin, melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (5/6/2024).
Iqbal mendapati dalam penelitian tersebut, pelaku UMKM Indonesia kesulitan untuk memperluas pasar agar produk diterima siapa saja, tanpa memandang kota dan daerah tertentu. Untuk mengatasi tantangan ini kata Iqbal tidak jarang pelaku UMKM harus merogoh kocek lebih.
"Agar produk mereka dapat diperoleh di mana saja untuk memperluas pasar, biayanya tidak murah. Sementara, hanya 1 dari 3 orang Indonesia yang menggunakan platform online," jelas Iqbal.
Inilah sebabnya kata Iqbal, pentingnya apra pelaku UMKM Indonesia untuk tergabung dalam jaringan reseller produk UMKM terkurasi. Contohnya platform Evermos yang terkoneksi lebih dari 900.00 akan memudahkan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.
Profesi reseller ini menurut Iqbal bisa memberdayakan banyak perempuan seperti ibu rumah tangga, yang tinggal di daerah dengan sedikit lapangan pekerjaan. Keberadaan para reseller yang tersebar nyaris di seluruh Indonesia bisa memperluas penyebaran produk UMKM ke seluruh daerah.
Iqbal menambahkan, dari penelitian tersebut juga didapatkan 1 dari 5 orang Indonesia adalah wirausaha. Adapun alasan orang menjadi wirausaha umumnya yaitu keinginan untuk jadi bagian kelompok masyarakat seperti pedagang kaki lima hingga komunitas berorientasi ekspor.
"Dalam konteks ini, transaksi bisnis menjadi lebih dari sekadar perdagangan, namun sekaligus juga menumbuhkan hubungan emosional yang bermakna dalam komunitas," pungkas Iqbal.
Baca Juga: BUMN Jadi Agen Pembangunan, Pegadaian Dorong Lewat Peresmian The GadePreneur Space Kebon Nanas
Adapun penelitian ini dipresentasikan dalam forum acara Nikkei Forum 29th: Future of Asia, dan dalam sesi fokus Social Issues Faced by Asia, A Future Changed by Startups yang membahas tentang solusi teknologi untuk sosial ekonomi di Asia Tenggara.
Penelitian ini juga dilakukan dengan tujuan untuk melihat komitmen perusahaan dalam menyediakan laporan kegiatan bisnis dan kemajuan perusahaan dalam mengatasi isu-isu keberlanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama
-
Apakah Makan dan Minum Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasan Hukum Fiqihnya
-
Mindful Beauty: Menemukan Ketenangan Lewat Sentuhan Essential Oil Alami
-
Terkena PHK sebelum Lebaran Apakah Dapat THR? Jangan Mau Rugi, Pahami Aturannya!
-
6 Artis Penerima Beasiswa LPDP, Ada Tasya Kamila hingga Isyana
-
Kapan Zakat Fitrah Dibayarkan? Jangan Melewati Batas Waktu Ini Agar Tidak Haram
-
Bukan Cuma LPDP! Ini 4 Beasiswa Pemerintah Indonesia Fully Funded Kuliah di Luar Negeri
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA dan Himbara, Cek Batas Maksimal Penukaran!
-
Apakah Pegadaian Bisa Gadai HP Tanpa Dus? Ini Syarat dan Caranya
-
5 Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu di Jogja untuk THR Lebaran, Bebas Antre Dapat Uang Baru!