Suara.com - Dilatarbelakangi oleh keprihatinan masih banyaknya pernikahan dini di Indonesia, Mahasiswa LSPR Institut Jakarta, menggelar program edukasi bertajuk “Tunda Dulu” bekerjasama dengan SMP Negeri 244 Jakarta Utara.
Program edukasi tersebut merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai isu-isu sosial yang membahas seputar pernikahan dini, nilai-nilai kesetaraan gender, serta pentingnya merencanakan cita-cita untuk masa depan.
Di program "Tunda Dulu", mahasiswa Public Relations & Digital Communications kelas PRDC25-3SP juga memberikan buku komik yang bertemakan pernikahan dini, kelas pembinaan karir berupa kelas memasak dan kelas bisnis untuk siswa SMPN 244 serta warga Rawa Malang.
"Di sini kami tidak hanya memberikan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini, tetapi juga menginspirasi untuk merencanakan masa depan yang lebih baik sebelum mengambil langkah besar seperti menikah dini," ujar Ketua Pelaksana program Tunda Dulu, Keyshia Hianusa di Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Tak hanya itu, di program edukasi tersebut ditayangkan pula Video Dokumenter bertema “Terikat dalam Usia Muda: Menggali Realitas Pernikahan Dini”.
Video dokumenter tersebut berisikan realita dan wawancara dari pasangan pernikahan dini, orang tua, perangkat desa, serta sudut pandang profesional yang ditujukan untuk mengangkat isu pernikahan dini dengan cara kreatif dan edukatif.
“Kami tidak hanya menciptakan kesadaran akan bahaya pernikahan dini, tetapi juga membangun pondasi untuk sebuah masyarakat yang lebih setara dan berkelanjutan. Mari bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan," jelas dosen Community Development LSPR Institute of Communication and Business, Maylaffayza Wiguna.
Hal senada dikemukakan pula oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Kehumasan SMPN 244 Jakarta, Wiwin Supriyaningsih, S.Pd.
Ia mengatakan kerjasama Program Tunda Dulu merupakan langkah yang menginspirasi untuk memperkuat kesadaran akan isu pernikahan dini di kalangan remaja.
Baca Juga: Terungkap! Ibunda Kevin Minta Anaknya Ceraikan Istrinya yang Berumur 41 Tahun: Tua
"Dengan melibatkan siswa/i, orang tua, dan masyarakat, kami yakin dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” imbuh Wiwin.
Sementara itu Psikolog Klinis Anak & Remaja, Farraas Afiefah mengatakan dengan mendukung Program Tunda Dulu, tidak hanya memperkuat kesadaran akan dampak pernikahan dini, tetapi juga membuka pintu bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan terencana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat
-
Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Niat Puasa Ganti Ramadan, Bolehkah Dilakukan dengan Syawal?
-
9 Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi yang Wajib Dihindari usai Lebaran
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Elegan dan Anti Air yang Awet
-
7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran
-
Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung
-
10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya