Suara.com - Setelah keluar dari penjara pada tahun 2022 silam, Angelina Sondakh diketahui tak segan membagikan pengalaman hidupnya semasa masih menjabat sebagai Anggota DPR RI. Salah satunya seperti yang diumbarnya di program Obrolan Tiap Waktu Trans7.
Dilihat di TikTok resmi program tersebut, wanita yang akrab disapa Angie itu mengaku sering mendapatkan hadiah-hadiah mewah selama masih menjadi wakil rakyat. Celakanya, kala itu Angie malah menerima hadiah-hadiah yang sebenarnya dimaksudkan sebagai aksi suap tersebut.
“Dulu ketika menjabat tuh banyak banget yang ngasih walau saya nggak minta,” ucap Angie, dikutip pada Senin (17/6/2024).
“Jadi gini, karena mungkin butuh tanda tangan saya, sebelum saya tanda tangan, itu tas-tas udah pada dateng, apalagi pas tanda tangan loh. Karena mungkin akunya juga dulu, maaf ya dulu kan hedon banget, jangan diikutin nggak ada gunanya, ini hanya refleksi balik, jadi kalau ada orang ngasih ya ambil aja,” sambungnya.
Gaya hidup yang masih kental akan hedonisme membuat Angie gelap mata dan menerima semua hadiah tersebut dengan tangan terbuka. Tentu ini berujung fatal, sebab Angie kemudian terjerat dalam kasus korupsi proyek Hambalang yang disebut-sebut menyebabkan negara merugi sebesar Rp706 miliar.
“Padahal kan sebenernya orang datang untuk mendapatkan suatu kemanfaatan dari tanda tanganku, setelah itu baru sadar-sadarnya, ‘Oh ini sebenarnya perbuatan suap’, karena mempengaruhi agar supaya kita mengiyakan suatu pekerjaan atau suatu program dengan imbalan,” tutur istri almarhum Adjie Massaid tersebut.
Tak main-main, Angie mengaku bisa mendapatkan barang-barang bermerek dengan nilai ratusan juta Rupiah dari aksi suap semacam itu.
“LV kan paling sini (rendah) lah ya, Hermes kan paling sini (tinggi) lah ya, gitu loh. Biasanya yang datang Hermes lah. Apalagi kalau misalkan tanda tangan lancar, nggak cuma tas lah yang datang,” tandasnya.
Baca Juga: Cerita Angelina Sondakh Sering Dapat Tas Branded saat Jadi Anggota DPR: Biasa yang Datang Hermes
Berita Terkait
-
Cerita Angelina Sondakh Sering Dapat Tas Branded saat Jadi Anggota DPR: Biasa yang Datang Hermes
-
Pernah Terjerat Kasus Korupsi, Angelina Sondakh Bongkar Sistem Gratifikasi
-
Dicap Sederhana, Harga Tas Sarwendah Ternyata Setara Puluhan iPhone 15 Pro Max
-
Adu Gaya Angelina Sondakh dan Geni Faruk, Sama-Sama Berhijab Tapi Beda Style
-
10 Tahun Penjara dan Bebas, Angelina Sondakh Pakai Heels Mewah Rp 14 Juta
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci