Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB
Pegawai MDKA. (Dok: MDKA)
BACA 10 DETIK
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk meraih laba bersih 102 juta dolar AS pada semester I-2026.
  • Pendapatan konsolidasian perusahaan melonjak menjadi 1,40 miliar dolar AS berkat peningkatan portofolio nikel.
  • Presiden Direktur Albert Saputro menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada hari Minggu, 27 September 2026.

Suara.com - Emiten tambang emas, Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) meraup laba bersih sebesar 102 juta dolar AS pada semester I-2026. Raihan ini melonjak tinggi, setelah pada periode yang sama tahun lalu alami kerugian sebesar 16 juta dolar AS.

Mengutip laporan keuangannya, pendapatan konsolidasian MDKA juga mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai 1,40 miliar dolar AS, naik 64 persen secara tahunan dari 855 juta dolar AS pada semester I 2025.

Kinerja EBITDA juga melonjak 191 persen menjadi 512 juta dolar AS, dibandingkan 176 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba kotor meningkat 309 persen menjadi 434 juta dolar AS dan laba usaha melesat 404 persen menjadi 397 juta dolar AS.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Albert Saputro mengatakan, penguatan kinerja tersebut mencerminkan peningkatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi perusahaan.

Tambang Emas Pani (Dokumentasi MDKA)

"Pada saat yang sama, EMAS masih menjalani fase peningkatan produksi, dengan produksi yang diperkirakan akan lebih besar pada semester kedua tahun ini. Fokus kami tetap pada eksekusi yang disiplin, efisiensi operasional, serta kemajuan proyek-proyek pertumbuhan utama Grup untuk memperkuat penciptaan nilai jangka panjang," ujarnya, di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Dari sisi portofolio, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi kontributor terbesar terhadap EBITDA MDKA pada semester I 2026.

Kontribusi tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan dan harga bijih nikel yang lebih kuat. Selain itu, kinerja MDKA juga mendapat kontribusi dari High-Grade Nickel Matte (HGNM), Nickel Pig Iron (NPI), serta produk asam.

Produksi bijih nikel MBMA mencapai 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) pada semester I 2026, meningkat 121 persen secara tahunan. Penjualan bijih nikel juga tumbuh 60 persen menjadi 12,4 juta wmt.

Peningkatan tersebut ditopang oleh utilisasi peralatan yang lebih tinggi, efisiensi pengangkutan, serta produktivitas yang lebih kuat dari area tambang utama.

Pada lini pengolahan, produksi dan penjualan NPI masing-masing meningkat 20 persen secara tahunan seiring operasi smelter yang lebih stabil. Sementara itu, produksi HGNM meningkat lebih dari dua kali lipat dan penjualannya tumbuh 72 persen.

Bisnis emas juga memberikan kontribusi terhadap perbaikan kinerja MDKA. Produksi emas Grup Merdeka meningkat 32 persen secara tahunan menjadi 66.814 ounce pada semester I 2026. Tambang Emas Tujuh Bukit menjadi kontributor utama dengan produksi 49.402 ounce.

Sementara itu, Tambang Emas Pani menyumbang 17.412 ounce setelah mulai beroperasi pada tahun ini. Total penjualan emas Grup Merdeka juga meningkat 3 persen menjadi 61.561 ounce.

Kontribusi Pani diperkirakan semakin meningkat pada semester II 2026 seiring berlanjutnya peningkatan produksi di tambang tersebut.

Di sisi lain, MDKA masih melanjutkan sejumlah proyek strategis. Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah memasuki tahap feasibility study, sementara Tambang Emas Pani terus meningkatkan produksi sekaligus mengembangkan proyek Carbon-in-Leach (CIL).

Pada bisnis material baterai, PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). PT Sulawesi Nickel Cobalt juga terus memajukan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) menuju dimulainya produksi pada semester II 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com