Suara.com - Kondisi tenda haji di Mina baru-baru ini menjadi sorotan publik karena dianggap tidak layak dan melebihi dari kapasitas semestinya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji RI, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Pada Selasa (18/6/2024) lalu, Cak Imin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tenda-tenda jemaah haji di Mina. Dalam kunjungan itu, Cak Imin prihatin terhadap kondisi tenda dan fasilitas jemaah haji Indonesia.
Kondisi tenda jemaah haji Indonesia pun terlihat sangat kontras dibandingkan dengan fasilitas jemaah Korea Selatan yang mewah dan sangat nyaman.
Yuk simak beda penampakan tenda jemaah haji Indonesia vs Korea Selatan di Mina berikut ini.
Penampakan Tenda Jemaah Haji Indonesia Serta Biayanya
Cak Imin menyebut para jemaah haji harus tidur dalam kondisi berhimpitan seperti ikan sarden. Selain itu, fasilitas toilet di tenda haji Mina sangat terbatas sehingga para jemaah harus antre selama 2 jam untuk menggunakan toilet.
Penampakan kondisi tenda jemaah haji Indonesia juga dibagikan oleh Cak Imin lewat akun Instagram. Dia mengunggah foto jemaah haji Indonesia yang duduk di lorong di luar tenda karena di dalamnya sudah penuh dengan jemaah yang duduk berdempetan.
"Melaporkan bahwa banyak jemaah yang harus istirahat dan tidur di lorong. #evaluasihaji," tulis Cak Imin dalam unggahannya. Selain itu Cak Imin mendapat laporan terkait fasilitas tenda di Mina, termasuk AC yang tidak berfungsi dan tenda yang melebihi kapasitasnya.
Masalah lain yang dilaporkan ke Cak Imin adalah ketidakcocokan antara jumlah kasur dan jumlah jemaah di dalam tenda. Sejauh ini Cak Imin hanya menerima laporan tentang kurangnya fasilitas. Meski begitu, tak ada laporan jemaah yang mengalami heatstroke atau meninggal dunia.
Sementara itu dari tahun ke tahun, biaya haji jemaah Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Dilansir dari berbagai sumber, data 10 tahun terakhir memperlihatkan peningkatan total Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) hingga lebih dari Rp30 juta.
Untuk tahun 2024 sendiri, biaya yang dibayar per jemaah adalah Rp56,04 juta, nilai manfaat Rp37,36 juta, dan total BPIH yang diperlukan adalah 93,41 juta. Tentu saja itu bukan angka yang kecil untuk banyak orang di Indonesia. Biaya itu sendiri diperkirakan juga merupakan biaya haji reguler.
Baca Juga: Terkuak! Mayoritas Jemaah Haji Tak Berizin Meninggal di Arab Saudi
Penampakan Tenda Jemaah Haji Korea Selatan Serta Biayanya
Penampakan tenda jemaah haji Korea Selatan juga viral di media sosial. Dalam tenda itu terdapat banyak makanan enak. Hal itu tampak seperti apa yang diunggah oleh akun Instagram milik @/biancakartika.
Jemaah juga mendapatkan sofa bed yang bisa berubah menjadi tempat tidur untuk beristirahat. Selain itu, jemaah haji Korea Selatan pun dapat menikmati makanan diluar tenda karena ada kulkas lengkap dengan isinya, termasuk es krim.
Kabarnya sejumlah pekerja migran Indonesia dan mahasiswa asal Indonesia yang berada di Korea Selatan punya kesempatan berangkat haji tanpa proses antre. Biaya haji yang dikeluarkan di Korea Selatan ditaksir mencapai 12 juta won atau setara Rp142 juta.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Nagita Slavina Dipuji Mirip ABG Saat Beli Hijab Usai Naik Haji, Pilihan Toko Gak Kaleng-kaleng
-
Timwas Haji Temukan Tenda Jemaah Mirip Barak Pengungsian: Laki Perempuan Berbaur Tanpa Pembatas
-
Ibadah Haji Berdua, Aliya Rajasa Ceritakan Ujian Beratnya dengan Ibas Yudhoyono di Tanah Suci
-
Lama Putus, Fadly Faisal Keciduk Masih Pajang Foto Bareng Rebecca Klopper
-
Cak Imin Kritik Kondisi Tenda Haji di Mina: Jemaah Tidur Kayak Ikan Sarden
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja
-
Kisah BRILink Agen Simalungun: Dulu Jemput Bola, Kini Bawa Pulang Mobil dari BRI
-
Luke Vickery Pasang Target Ambisius Setelah Penuhi Syarat Bela Timnas Indonesia
-
Pintu Kamar Terbuka, Muncul Rekan Sejawat: Detik-Detik Oknum Polisi Blitar Terjaring Pesta Sabu
-
Nyaman Bersama Mandiri, Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI