Suara.com - Angelina Sondakh blak-blakan ungkap modus korupsi kasus suap alias gratifikasi menggunakan tas mewah sekelas Louis Vuitton hingga Hermes saat masih menjabat Anggota DPR-RI 2004-2009 dan 2009-2014.
Mantan narapidana korupsi kasus suap wisma atlet Sea Games, Angelina Sondakh tidak sungkan mengungkap perbuatan 'dosa' masa lalunya, termasuk perilaku orang-orang yang berusaha mendapatkan tanda tangannya demi program atau proyek yang sedang dilakukan disetujui.
"Karena memang itu dulu ketika menjabat tuh, banyak banget yang ngasih, walaupun saya nggak minta ya. Jadi karena mungkin butuh tanda tangan saya, sebelum tanda tangan, itu tas-tas udah pada dateng," ungkap Angelina mengutip akun Instagram @obrolantiapwaktu_trans7, dikutip suara.com, Selasa (25/6/2024).
Tak main-main berbagai tas mewah yang disodorkan kepada Angelina Sondakh bukanlah tipe jajaran tas mewah biasa, karena yang ditawarkan sebagai suap yaitu kelas tas mewah dengan tahta tertinggi yaitu Hermes.
"LV kan paling sini (bawah), Hermes paling sini (atas) lah ya. Biasanya yang datang Hermes lah," jelas istri mendiang Adjie Massaid itu.
Mirisnya tawaran ini tidak sekadar dari tas mewah, perempuan yang pernah mendekam dibalik jeruji besi selama 10 tahun karena kasus suap ini juga mengungkap, jika tanda tangan yang diberikannya lancar alias mudah disetujui, barang mewah yang didapatkan lebih dari sekadar tas mewah.
"Apalagi kalau misalkan tanda tangan lancar. Nggak cuman tas lah yang dateng," ucap Angelina.
Menurut Angelina perilaku korup di masa lampau itu didapatkan karena gaya hidupnya yang terbiasa hedon alias gemar bersenang-senang tanpa batas. Hasilnya, tawaran tas mewah dan barang mewah lain datang kepadanya sebagai suap.
"Jangan diikuti, nggak ada gunanya masa-masa itu, ini hanya refleksi balik," katanya.
Perilaku ini menurut perempuan bernama lengkap Angelina Patricia Pingkan Sondakh ini tidak sepatutnya dilakukannya sebagai pejabat atau tokoh yang bekerja di pemerintahan, yang seharusnya fokus meningkatkan kesejahteraan hidup banyak orang dengan kebijakan, program maupun proyek yang bermanfaat untuk masyarakat.
"Jadi kalau orang ngasih ya ambil aja gitu. Padahal kan sebenarnya orang datang untuk mendapatkan suatu kemanfaatan dari tanda tanganku," ungkapnya.
"Setelah itu baru sadar-sadarnya yang sebenarnya suap, karena mempengaruhi agar supaya kita mengiyakan, satu pekerjaan atau satu program dengan imbalan," sambung Angelina.
Berita Terkait
-
Tak Tersorot saat Lamaran Aaliyah Massaid, Tas Angelina Sondakh Bak Bumi dan Langit dengan Kris Dayanti
-
Adab Aaliyah Massaid Salaman dengan Angelina Sondakh sebelum Acara Lamaran Jadi Omongan: Sebaiknya Berdiri
-
Koleksi Tas Mewah Erina Gudono Bertambah, Terbaru Terlihat Kenakan Hermes Kelly Seharga Rumah!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan