Suara.com - Podcast Total Polik kembali menjadi perbincangan saat dibahas Pandji Pragiwaksono bersama Deddy Corbuzier. Hal ini terkait dengan huru-hara duo host podcast tersebut saat membahas dinasti politik.
Terbaru, Deddy Corbuzier menanyakan terkait petinggi Total Politik. Dalam hal ini, Pandji menyebutkan petinggi Total politik adalah Jusuf Wanandi.
Jadi petinggi total politik, siapa Jusuf Wanandi?
Profil Jusuf Wanandi
Melansir laman resmi Total Politik, sosok yang menjabat sebagai posisi tertinggi dalam redaksi yakni dewan redaksi adalah Jusuf Wanandi.
Jusuf Wanandi senidri merupakan Senior Fellow dan salah satu pendiri Center for Strategic and International Studies (CSIS). Ia juga berperan sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan CSIS, Jakarta.
Jusuf Wanandi juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Nasional Indonesia untuk Pacific Economic Cooperation Council (INCPEC), Co-Chair Pacific Economic Cooperation Council (PECC), dan Co-Chair Dewan Kerjasama Keamanan di Asia Pasifik (CSCAP), Indonesia.
Jusuf juga sempat menempati posisi Presiden Direktur perusahaan penerbitan Harian The Jakarta Post serta Ketua Dewan Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya, dan Ketua Yayasan Universitas Panca Bhakti di Pontianak, Kalimantan Barat.
Jusuf Wanandi juga merupakan asisten profesor hukum di Universitas Indonesia.
Baca Juga: Dikabarkan Pandji Tak Bisa Melihat, Adul Sakit Apa?
Jusuf Wanandi pernah diangkat sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Agung Indonesia; Sekretaris Jenderal Dewan Pendidikan Nasional; dan sebagai wakil rakyat selama empat periode di Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Pria kelahiran 15 November 1937 itu juga aktif di Partai Golkar antara tahun 1979 sampai 1988 sebagai anggota Pengurus Pusat dalam berbagai kapasitas.
Sebut Anies Tak Bisa Kerja
Jusuf Wanandi sempat membuat pendukung Anis Baswedan geram di Pemilu 2024 itu. Pasalnya dengan tegas ia menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak bisa bekerja.
"Kalau campaign memang jago, kalau ngomong meyakinkan. Tapi dalam pelaksanaan, kan kita lihat waktu dia 5 tahun gubernur (DKI Jakarta). Apa hasilnya?" kata Jusuf Wanandi dengan nada tinggi seperti dilihat dari Youtube Total Politik, Sabtu (10/2/2024).
Jusuf Wanandi kemudian mencontohkan pembangunan trotoar di Jakarta oleh Anies yang menurutnya hanya untuk ditunjukkan kepada Presiden Jokowi.
"Supaya dilihat oleh Jokowi, dia (Anies) hebatnya, apanya yang hebat, gak ada apa-apa sebetulnya. Terus terang, gak ada," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan