Suara.com - Mengasah kemampuan menulis sejak dini adalah investasi berharga untuk masa depan. Memiliki kemampuan menulis yang baik, baik itu tulisan fiksi maupun tulisan ilmiah, adalah bekal penting yang diperlukan saat menjalani karier.
Cara utama mengasah bakat menulis adalah dengan memperbanyak bahan bacaan. Bacalah berbagai macam tulisan dengan genre yang berbeda, dengan begitu wawasan dan bekal untuk menulis akan lebih luas. Lalu, apa lagi ya cara mengasah bakat menulis sejak masih sekolah? Laman Command Education menyebut setidaknya ada 3 cara yang bisa dilakukan. Apa saja?
1. Eksperimen dengan beragam bentuk tulisan
Setelah memperkaya diri dengan berbagai bahan bacaan dan mengenal alat bantu menulis yang bermanfaat, saatnya mencoba menulis sendiri! Kamu bisa meningkatkan kemampuan menulis mereka dengan cara menulis lebih banyak. Cobalah berbagai konsep dan gaya yang telah dipelajari dari bacaan, dan terapkan dalam tulisan sendiri.
Mulailah dengan menulis puisi, menjaga buku harian, bereksperimen dengan tulisan kreatif, atau menulis surat kepada teman. Latihan menulis ini akan meningkatkan kenyamanan dan membantu menemukan gaya pribadi.
2. Minta saran dan umpan balik
Jika sedang mengerjakan tugas menulis, buatlah draf pertama dengan cepat dan mintalah bantuan guru, mentor, atau anggota keluarga untuk memberikan saran dan umpan balik. Setelah menerima komentar, luangkan waktu untuk memahami mengapa saran atau perubahan tersebut diusulkan.
Ini adalah kunci untuk benar-benar belajar menjadi penulis yang baik—kita tidak akan tahu di mana kelemahan tulisan kita jika tidak memahami umpan balik dari editor! Semakin sering melalui proses ini dan menjadikannya kebiasaan, terutama untuk tulisan yang lebih panjang, semakin kuat kemampuan menulis kita.
3. Ikut lomba menulis
Baca Juga: Menjadi Penulis, Menulis Itu Tidak Sulit, Tapi Rumit
Salah satu cara terbaik untuk mengasah bakat menulis adalah dengan sering mengikuti lomba menulis. Kompetisi tidak hanya memberikan tantangan baru, tetapi juga kesempatan untuk menerima umpan balik dari juri yang berpengalaman, serta mengukur kemampuan dibandingkan dengan penulis lainnya. Selain itu, menang atau kalah dalam lomba menulis bisa menjadi motivasi besar untuk terus belajar dan berkembang.
Bagi kamu yang ingin mengikuti lomba menulis, Universitas Terbuka kembali menggelar Lomba Esai 2024, mengundang siswa SMA/SMK/MA dari seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta, untuk berpartisipasi. Tahun ini, tema yang diangkat adalah ‘Pendidikan Tanpa Batas Menuju Generasi Emas Berkualitas’, yang mengajak peserta menggambarkan pendidikan sebagai alat penting untuk membangun Indonesia yang mandiri dan kompetitif.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D, berharap lomba ini dapat menginspirasi siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis dan berpikir kritis. "Banyak siswa berbakat menulis esai tetapi tidak tahu bagaimana menyalurkannya. Lomba ini memberi mereka kesempatan untuk belajar menyusun gagasan dan argumen yang kuat," ujar Prof. Ojat dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UT, Dra. Yusrafiddin., M.Pd, menambahkan bahwa lomba ini akan berlangsung dari 1 Juni hingga 20 Agustus 2024 untuk pengiriman naskah, dengan proses penjurian pada 21-27 Agustus 2024. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 4 September 2024. Pemenang akan mendapatkan Dana Apresiasi, Beasiswa Pendidikan, dan Sertifikat.
Dia juga mengajak semua siswa untuk mengirimkan karya terbaik mereka melalui website lombaesai.ut.ac.id atau lombaesaiut.com tanpa biaya pendaftaran. Informasi lebih lanjut dapat diikuti melalui Instagram @lombaesai.ut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
7 Rekomendasi Tanaman Bunga yang Mudah Dirawat di Pot, Sulap Rumah Jadi Asri
-
Ashanty Kuliah S3 di Mana? Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan
-
Long Weekend Belum Usai, Coba Sensasi Jadi Pembalap F1 Mulai Rp35 Ribu
-
Siapa Pemilik Pendopo Tulungo? Ternyata Sudah Diwariskan Soimah ke Sosok Ini
-
5 Rekomendasi Hybrid Sunscreen yang Cocok untuk Aktivitas Outdoor Sehari-hari
-
Tren Estetika Bergeser ke Non-Invasif, Teknologi Pengencangan Kulit Korea Mulai Populer di Indonesia
-
5 Rekomendasi Bedak Lokal Mengandung SPF, Praktis buat Touch Up Siang Hari
-
Nikahan di Pendopo Tulungo Milik Soimah Bayar Berapa? Ada Paket Royal Wedding
-
La Roche Posay Effaclar Mat Moisturizer untuk Apa? Ini Manfaat dan Keunggulannya
-
4 Pilihan Lip Cream di Alfamart yang Tahan Lama dan Warnanya Pigmented