Suara.com - Kasus tindakan pelecehan seksual yang dilakukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari kepada korban C yang merupakan PPLN wilayah Belanda kini resmi ketok palu. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pun menyatakan bahwa Hasyim terbukti bersalah atas tindakan asusilanya tersebut.
Akibat tindakannya, Hasyim pun resmi dipecat dari jabatannya sebagai Ketua KPU. Pemecatan terhadap Hasyim pun dilakukan oleh Ketua DKPP Heddy Lukito yang dibacakan pada Rabu (03/06/2024) kemarin di Gedung DKPP Jakarta.
“Menjatuhkan sanksi kepada teradu dengan pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy’ari selaku Ketua KPU yang merangkap anggota komisioner KPU terhitung sejak putusan ini dibacakan,” ujar Heddy dalam persidangan pemecatan Hasyim tersebut.
Hasil investigasi tim DKPP pun mengungkap bahwa Hasyim sempat menjanjikan beberapa hal dengan korban C, termasuk janji untuk menikahi C usai melakukan tindakan asusila dengan berhubungan badan pada Oktober 2023 di Belanda saat kunjungan kerja KPU ke negeri kincir angin tersebut.
Korban C yang saat itu merasa terancam pun mengaku terpaksa untuk menerima ajakan Hasyim hingga terjadi kesepakatan bahwa Hasyim berjanji akan memberikan tiket pesawat PP Belanda - Jakarta, uang saku selama di Indonesia, apartemen, hingga uang perjanjian sebesar Rp 4 miliar jika Hasyim tidak menepati janjinya.
Namun, hingga beberapa bulan pasca perjanjian tersebut dibuat, Hasyim tak kunjung menepati janjinya hingga korban C nekat berangkat ke Jakarta untuk menagih janjinya dan melaporkan hal ini ke DKPP hingga terjadi pemecatan terhadap Hasyim.
Perjanjian Hasyim dengan korban C dengan iming-iming uang dengan jumlah fantastis tersebut pun menjadi pertanyaan besar di publik. Banyak warganet yang bertanya-tanya berapa sebenarnya gaji yang diterima Hasyim selama menjadi Ketua KPU.
Lalu, berapa sebenarnya gaji yang diterima oleh Ketua KPU non-aktif ini selama masih menjabat kemarin? Simak inilah penjelasannya.
Gaji Hasyim Asy'ari
Baca Juga: Ogah Urus Kasus Cabul Hasyim Asy'ari, KPU Lebih Fokus Selesaikan Masalah Ini
Besaran gaji para ketua dan anggota KPU baik di tingkat pusat, provinsi, kota ataupun kabupaten sendiri sudah diatur dalam ketua dan Peraturan Presiden (PP) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Kedudukan Keuangan Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Kabupaten atau Kota.
Dalam PP tersebut, gaji ketua dan anggota di setiap tingkat pun berbeda-beda.
Untuk KPU RI atau KPU pusat, gaji seorang Ketua KPU RI adalah sebesar Rp43.110.000 sedangkan untuk gaji anggota KPU sebesar Rp 39.985.000 per bulan. Gaji Ketua dan Anggota KPU pusat ini pun lebih tinggi dibanding gaji ketua maupun anggita KPU di tingkat lebih bawahnya.
Gaji Ketua KPU tingkat provinsi sendiri adalah sebesar Rp 20.215.000 perbulan, sedangkan gaji Anggota KPU tingkat provinsi adalah sebesar Rp 18.565.000 per bulan.
Sebagai Ketua KPU pusat, Hasyim pun juga tidak hanya menerima gaji pokok per bulan, namun juga menerima tunjangan jabatan, tunjangan kinerja, tunjangan perjalanan dinas, fasilitas selama dinas, hingga tunjangan kesehatan.
Jika ditotalkan, Hasyim berhak menerima setidaknya hampir Rp100 juta per bulan sebagai Ketua KPU RI.
Berita Terkait
-
Tanah dan Bangunan Hasyim Asy'ari, Eks Ketua KPU Janjikan Apartemen buat Korban Pelecehan Seksual
-
Kasus Cabul Hasyim Asya'ri, Wapres Maruf Ingatkan Moralitas Pejabat: Jangan Main-main Seperti di KPU!
-
Ogah Urus Kasus Cabul Hasyim Asy'ari, KPU Lebih Fokus Selesaikan Masalah Ini
-
Tak Cuma Land Cruiser Harga Janggal, Hasyim Asyari Ternyata Simpan Motor Gaib
-
Komentari Aksi Cabul Eks Ketua KPU Hasyim Asy'ari, Puan Maharani Bilang Begini
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Exfoliating Cleanser Setiap Hari?
-
Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi
-
Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu
-
Link Download Kalender April 2026 PDF Gratis, Lengkap dengan Pasaran Jawa
-
7 Parfum Lokal Aroma Powdery yang Tahan Lama, Wangi Lembut Elegan Seharian
-
5 Parfum Aroma Buah Tahan Lama untuk Tampil Segar Seharian
-
3 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung Selama April 2026, Kamu Termasuk?
-
Kapan Sebaiknya Ganti Sepatu Lari Baru? Ini 3 Rekomendasi yang Paling Awet
-
Tren Hojicha Masuk Indonesia, CHAGEE Sajikan Menu Baru Hingga Merchandise Spesial
-
Apa Itu Nonchalant? Mengenal Arti Istilah Viral di TikTok Lengkap dengan Contoh Kalimat